“Itu yang bisa kami sampaikan,” tegasnya.
Dalam konferensi pers itu, barang bukti yang dipajang memang tak sedikit. Mata langsung tertuju pada puluhan senjata tajam, termasuk beberapa bilah samurai. Di sekitarnya, tumpukan plastik berisi pil-pil mencurigakan dan botol minuman keras berjejer rapi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, kemudian merinci angka-angka temuan operasi.
“Ada berbagai jenis senjata tajam, ada berbagai jenis obat-obatan, minuman keras. Ini kami jelaskan bahwa ada 225.280 butir obat terlarang, 20.802 botol minuman keras, dan 572 petasan,” terang Budi.
Jadi, gambaran lengkapnya begini: aksi brutal di jalanan memang berkurang, tapi peredaran barang berbahaya yang bisa memicu kekerasan justru makin marak terungkap. Sebuah paradoks yang patut dicermati.
Artikel Terkait
Bupati Sumedang Tinjau Progres Akhir Perbaikan Jalan Burujul-Sanca
Presiden Prabowo Disambut Upacara Kenegaraan di Istana Akasaka Jepang
Wamen Sosial Ajak Masyarakat Teladani Tiga Pilar Kepemimpinan Sultan Hasanuddin di Haul ke-465
Dua Prajurit TNI Gugur dalam Insiden Terpisah di Misi UNIFIL Lebanon