Polisi Gianyar Tanggapi Video Viral Kucing Ditali di Depan Rumah

- Kamis, 12 Februari 2026 | 13:10 WIB
Polisi Gianyar Tanggapi Video Viral Kucing Ditali di Depan Rumah

Video itu bikin geram. Seekor kucing, lehernya terikat tali, terlihat kehujanan di depan sebuah rumah di Gianyar. Tak cuma satu, ada empat ekor kucing dewasa dalam kondisi serupa. Unggahan dari akun @yayasan_rumahsinggahclow itu langsung menyulut reaksi warganet, yang serentak menyayangkan tindakan pemilik rumah berinisial IGAI itu.

Menurut sejumlah saksi, keempat kucing itu dibiarkan begitu saja, bahkan saat hujan deras mengguyur. Laporan pun berdatangan, hingga akhirnya menarik perhatian Unit Reskrim Polsek Gianyar.

Polisi pun turun tangan. Mereka mendatangi lokasi di Jalan Kebo Iwa untuk menyelidiki. Setelah diklarifikasi, pemiliknya, IGAI (45), punya alasan tersendiri.

"Berdasarkan hasil klarifikasi, IGAI mengikat empat ekor kucing peliharaannya di depan rumah sekitar pukul 08.30 Wita. Kepada petugas, ia menjelaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan karena belum memiliki kandang dan khawatir kucing-kucingnya akan kabur apabila dilepas,"

Demikian penjelasan Kasi Humas Polres Gianyar, Ipda Gusti Ngurah Suardita, Kamis (12/2/2026).

Sebelum polisi datang, tim dari Yayasan Rumah Singgah Clow di Desa Batuan sudah lebih dulu mendatangi rumah IGAI. Mereka mencoba memberi pemahaman, bahwa mengikat leher kucing bukan cara yang tepat untuk merawat hewan.

Namun begitu, upaya damai sempat menemui jalan buntu. Pihak yayasan menawarkan untuk membawa kucing-kucing itu dirawat di tempat mereka. Si pemilik awalnya keberatan. Negosiasi alot akhirnya berujung pada kesepakatan: yayasan membayar Rp 1 juta untuk menebus tiga dari empat kucing yang diikat.

“Selanjutnya (kucing) dibawa ke klinik hewan guna pemeriksaan kesehatan dan perawatan lebih lanjut,” imbuh Suardita melanjutkan kronologinya. “Sementara satu ekor kucing tidak diserahkan karena merupakan milik anak dari pemilik rumah.”

Di sisi lain, polisi telah menjalankan prosedur standar menanggapi laporan dugaan penyiksaan ini. Mulai dari mendatangi TKP, memeriksa identitas dan mengambil keterangan, hingga melakukan patroli siber untuk memantau perkembangan kasusnya di dunia maya. Kasus yang berawal dari video viral ini tampaknya belum sepenuhnya berakhir.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar