Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan soal ancaman banjir rob. Kali ini, peringatan mereka terkait dengan fenomena fase bulan baru yang akan terjadi pada 17 Februari 2026 mendatang. Menurut analisis mereka, kondisi astronomis ini bisa mendongkrak ketinggian muka air laut secara maksimal. Imbasnya, wilayah pesisir perlu bersiap.
“Hasil pemantauan data water level dan prediksi pasang surut kami menunjukkan adanya potensi pasang maksimum yang perlu diwaspadai masyarakat pesisir,” jelas Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, seperti dilansir Antara, Kamis (12/2/2026).
Eko menambahkan, dampaknya bisa luas. Mulai dari aktivitas di pelabuhan, transportasi laut, sampai kegiatan sehari-hari warga yang tinggal di tepi pantai bisa terganggu. Bahkan sektor seperti perikanan darat dan tambak garam pun berpotensi terdampak.
Lalu, daerah mana saja yang harus waspada? Daftarnya cukup panjang. BMKG menyebutkan mulai dari pesisir Sumatera Utara, Riau, hingga Kepulauan Riau. Lalu ada juga Sumatera Barat, Banten, dan tentu saja DKI Jakarta. Wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali juga masuk dalam daftar pengawasan.
Tak cuma itu. Potensi serupa juga terpantau di Nusa Tenggara Barat, beberapa wilayah Kalimantan, Sulawesi Utara, serta Maluku dan Maluku Utara. Jadi, sepertinya hampir seluruh pesisir Indonesia perlu memperhatikan imbauan ini.
Khusus untuk pesisir utara Jawa, periode kritisnya diperkirakan terjadi pada 12-19 Februari 2026. Kota-kota seperti Jakarta, Semarang, Demak, Pekalongan, dan Tegal termasuk yang berisiko. Sementara untuk wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau, puncaknya kemungkinan baru terjadi di pertengahan hingga akhir bulan yang sama.
Namun begitu, Eko Prasetyo menegaskan bahwa dampak rob ini tidak akan seragam di semua tempat. “Semua itu bergantung pada kondisi topografi pesisir, pasang surut setempat, dan faktor meteorologis lainnya seperti angin dan tekanan udara,” katanya. Artinya, ada daerah yang mungkin hanya mengalami genangan minor, sementara yang lain bisa lebih parah.
Menyikapi hal ini, BMKG pun mengeluarkan imbauan resmi. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan jadwal aktivitas mereka, terutama yang berkaitan dengan laut. Mereka juga didorong untuk rajin memantau informasi terbaru dari kanal komunikasi pemerintah setempat. Tujuannya jelas: agar dampak buruk dari pasang maksimum ini bisa diantisipasi sedini mungkin.
Artikel Terkait
Operasi Keselamatan Toba 2026: Lebih dari 10 Ribu Penindakan dalam 10 Hari
Gus Yaqut Ajukan Praperadilan Bantah Status Tersangka KPK
Pemulihan Pascabanjir Sumatera Diproyeksikan Tuntas dalam 3 Tahun
Timnas Indonesia U-17 Kalah 2-3 dari Tiongkok, Tunjukkan Peningkatan Signifikan