Warga Iran Banjiri Jalan Rayakan 47 Tahun Revolusi Islam di Teheran

- Kamis, 12 Februari 2026 | 02:45 WIB
Warga Iran Banjiri Jalan Rayakan 47 Tahun Revolusi Islam di Teheran

Dan ini bukan sekadar pesta rakyat biasa. Kehadiran massa dalam skala sedemikian besar, menurut Ismail, membawa pesan politik yang keras. Terutama untuk dunia internasional, Barat khususnya. Partisipasi massal ini seperti tamparan untuk narasi-narasi yang kerap digaungkan media asing, yang menggambarkan Iran di ambang kehancuran atau terbelah oleh konflik internal. Di tengah ancaman geopolitik dan tekanan sanksi yang mencekik, rakyat di sini justru terlihat ceria. Bendera nasional berkibar di mana-mana, wajah-wajah penuh semangat, jauh dari kesan panik.

"Kehadiran mereka membantah narasi bahwa Iran sedang dalam konflik atau kehancuran," tambah Ismail. "Mereka menunjukkan kegembiraan, bukan kekhawatiran di tengah ancaman invasi. Ini menunjukkan kepada dunia bahwa Republik Islam Iran masih eksis dan berdiri kokoh."

Suasananya benar-benar hidup. Sepanjang jalur menuju alun-alun, spanduk raksasa dan poster para tokoh revolusi memenuhi sudut kota. Yang menarik, solidaritas sosial tampak begitu nyata. Puluhan posko berdiri di sepanjang rute, didirikan oleh relawan, ormas, dan lembaga sosial. Mereka dengan sukarela menyediakan teh hangat untuk melawan dingin, makanan ringan, bahkan layanan medis darurat. Banyak keluarga datang dengan anak-anak kecil, menciptakan atmosfer cair bak karnaval akbar.

Dan di atas segalanya, lagu-lagu perjuangan revolusi yang sudah mendarah daging itu terus menggema dari pengeras suara. Iramanya menyemangati, mengiringi langkah jutaan warga yang, setidaknya untuk hari ini, merayakan kedaulatan negerinya dengan penuh keyakinan.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar