"Reshuffle kabinet sepenuhnya hak preogratif presiden yang paham benar kinerja masing-masing menteri," jelas Daniel Johan.
Latar Belakang Polemik Anggaran Kapal
Polemic ini berawal dari pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam sebuah acara yang diselenggarakan Kadin Indonesia. Purbaya menyatakan heran karena Kementerian Kelautan dan Perikanan belum juga memesan kapal ke industri galangan dalam negeri, padahal anggarannya disebut sudah dicairkan.
Menanggapi hal itu, Menteri Trenggono membalas melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia meminta Purbaya mengecek ulang informasi tersebut kepada staf di lingkungan Kementerian Keuangan.
"Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, benar nggak itu uang kapal sudah dikucurkan," tanya Trenggono dalam unggahannya, Selasa (10/2).
Trenggono kemudian memberikan penjelasan lebih detail mengenai skema pendanaan proyek tersebut. Ia menegaskan bahwa sumber dana pembangunan kapal berasal dari pinjaman luar negeri, bukan dari anggaran negara yang dikelola Kemenkeu.
"Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK," tegas Trenggono.
Rencana pembangunan 1.500 kapal ikan dengan pendanaan dari Inggris ini sebelumnya telah menjadi perhatian publik. Polemik terbuka ini pun mengundang sorotan terhadap mekanisme koordinasi dan komunikasi di tingkat pemerintahan.
Artikel Terkait
Gelombang Arus Balik Lebaran Tiba di Bandung, 22 Ribu Pemudik Sudah Kembali
Ushuaia, Kota Paling Selatan di Dunia yang Jadi Gerbang Menuju Antartika
Dua Pelaku Pemalakan Mobil di Tanah Abang Ditangkap Usai Video Viral
Iran Tangkap Jaringan Mossad, Bocoran Data Diduga Picu Kematian Warga Sipil