MURIANETWORK.COM - Presiden Kolombia Gustavo Petro mengklaim dirinya baru saja selamat dari sebuah upaya pembunuhan. Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah rapat kabinet yang disiarkan langsung, setelah helikopter yang ditumpanginya terpaksa mengubah rute penerbangan di pantai Karibia karena ancaman tembakan. Klaim ini muncul di tengah meningkatnya tensi politik dan kekerasan, hanya beberapa bulan menjelang pemilihan presiden di negara yang telah lama dilanda konflik bersenjata.
Insiden di Udara dan Klaim Ancaman
Pada Senin malam, penerbangan Presiden Petro ke sebuah lokasi di pantai Karibia harus mengalami perubahan rencana mendadak. Helikopter kepresidenan tidak dapat mendarat di tujuan semula karena adanya kekhawatiran keamanan yang sangat konkret. Intelijen yang diterima memperingatkan kemungkinan adanya penembak yang menunggu.
Dalam rapat kabinetnya, Petro menggambarkan momen genting tersebut. "Kami menuju ke laut lepas selama empat jam dan saya tiba di suatu tempat yang seharusnya tidak kami tuju, lolos dari upaya pembunuhan," ujarnya.
Artikel Terkait
Mentan: Indonesia Jadi Rujukan Swasembada Pangan, Tapi Ancaman Impor Masih Nyata
Thailand dan Iran Sepakati Jaminan Keamanan untuk Kapal Tanker di Selat Hormuz
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 53 Ribu Penumpang Tiba di Stasiun Jakarta
Polisi Tangkap Pembeli Bayi Hasil Perdagangan Anak di Jeneponto