London - Liam Rosenior hadir dan suasana di Stamford Bridge langsung terasa berbeda. Sejak pelatih berusia 41 tahun itu mengambil alih, Chelsea tiba-tiba jadi mesin gol. Sudah 22 gol mereka cetak dalam sembilan laga terakhir di semua ajang. Angka yang cukup mencengangkan, bukan?
Rosenior sendiri mengakui, gaya bermain yang lebih cair dan bebas membuat serangan The Blues semakin sulit dihentikan. Mereka punya banyak opsi di lini depan. Tapi, di balik gempuran gol itu, ada satu masalah yang mengganjal. Rosenior justru paling pusing soal pertahanan.
Soalnya, dari sembilan pertandingan tadi, cuma dua kali Chelsea berhasil menjaga gawangnya tak kebobolan. Sebanyak 11 gol sudah mereka kebobolan. Jelas, ini jadi pekerjaan rumah yang mendesak. "Kami masih mencari struktur yang tepat," ujar Rosenior, mengakui bahwa mencari keseimbangan antara menyerang dan bertahan adalah tantangan terberatnya saat ini.
"Kami punya banyak senjata. Kalian bisa lihat Marc Cucurella dan Malo Gusto, bek sayap, berada di kotak penalti dan mencoba untuk mencetak gol, itu adalah sepak bola yang saya percayai,"
katanya, seperti dikutip dari laman resmi klub.
Dia melanjutkan, keberagaman ancaman itu memang jadi keunggulan. "Ketika kami punya senjata berbeda di atas lapangan, itu sangat sulit dihadapi. Jadi saat ini senjata mencetak gol kami sangat, sangat bagus."
Tapi, dia kembali menegaskan poin krusialnya. "Tapi kami ingin mencatat lebih banyak clean sheet. Kami harus punya keseimbangan itu."
Menurut Rosenior, inilah dilema yang dihadapi. Bermain ofensif dan cair punya keuntungan besar: lawan jadi bingung. Namun begitu, ada risikonya. "Jika kami tidak punya struktur yang tepat di balik itu, kami bisa sangat, sangat terbuka dalam transisi. Jadi ya, kami perlu menemukan keseimbangan yang pas," paparnya.
Nah, itulah tugas Rosenior ke depan: mempertahankan daya ledak serangan yang sudah terbentuk, sembari membenahi barisan belakang yang masih sering bocor. Pekerjaan yang tidak mudah, tapi pasti akan menentukan nasib Chelsea di sisa musim ini.
Artikel Terkait
Zulhas Apresiasi Peran Polri dalam Menjaga Stabilitas Harga Pangan
Pendampingan Jadi Tantangan Utama Kelulusan Mahasiswa Asal Daerah 3T
Pemprov Jabar Copot Mural Ridwan Kamil, Ganti Slogan Jabar Juara
NU di Persimpangan Jalan: Tantangan Politik, Digital, dan Ekonomi di Abad Kedua