Sebelumnya, maskapai ini melayani rata-rata 16 penerbangan per minggu ke empat kota di Kuba. Penerbangan musiman ke Holguin dan Santa Clara langsung dibatalkan. Sementara rute ke Varadero dan Cayo Coco yang seharusnya beroperasi sepanjang tahun, kini ditunda hingga setidaknya 1 Mei mendatang.
Peringatan resmi sebenarnya sudah beredar. Melalui NOTAM (Pemberitahuan kepada Misi Udara), Bandara Internasional Jose Marti Havana menyatakan pasokan "bahan bakar Jet A1 tidak akan tersedia" mulai Selasa pagi. Status ini berlaku hingga 11 Maret.
Dampaknya luas. Setidaknya sembilan bandara internasional termasuk Havana, Varadero, dan Santiago de Cuba akan terdampak. Pesawat tak bisa lagi mengisi bahan bakar di sana. Langkah penghematan bahan bakar pemerintah Kuba juga terlihat dari penutupan beberapa hotel yang sepi pengunjung.
Namun begitu, krisis ini bukan hal baru. Beberapa maskapai lain sudah punya cara mengakali, seperti mengisi bahan bakar di negara tetangga semisal Panama atau Republik Dominika. Pada Senin pagi, lalu lintas di Havana terpantau masih berjalan relatif normal.
Di sisi lain, respons maskapai AS tampak berbeda. Raksasa seperti American Airlines, Southwest, dan Delta Air Lines mengaku operasi mereka ke Kuba tetap lancar. Rahasianya sederhana: mereka membawa bahan bakar yang cukup untuk pergi-pulang, sehingga tak bergantung pada pasokan di tanah Kuba.
Artikel Terkait
Pengamat: Sistem MLFF Bisa Hilangkan Antrean Tol Akibat Saldo E-Toll Kosong
Gangguan Ginjal Kronis Kini Serang Kaum Muda, Gaya Hidup Jadi Pemicu
Tren Film Indonesia Terinspirasi Kisah Nyata, Sorot Cinta hingga Pengkhianatan
Polres Tapin Panen Perdana Jagung dari Lahan Tidur Milik Polri