MURIANETWORK.COM - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan jenazah anak perempuan warga negara Indonesia (WNI) berusia enam tahun yang tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Singapura telah tiba di Tanah Air dan dimakamkan. Proses pemulangan jenazah berjalan lancar berkat koordinasi erat antara perwakilan Indonesia di Singapura dengan otoritas setempat. Sementara itu, sang ibu yang juga menjadi korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Proses Pemulangan dan Pemakaman
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengonfirmasi bahwa jenazah korban telah tiba di Indonesia pada Minggu (8/2) pagi, sekitar pukul 06.50 WIB. Jenazah kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta. Proses ini menandai tahap akhir yang penuh duka bagi keluarga setelah peristiwa tragis di negeri orang.
Heni menegaskan bahwa pihaknya bersama KBRI Singapura telah bekerja sama dengan otoritas Singapura untuk memastikan seluruh prosedur administratif terkait pemulangan jenazah anak tersebut dapat diselesaikan dengan tepat dan penuh hormat.
Pendampingan Berkelanjutan untuk Keluarga Korban
Meski jenazah sang anak telah dimakamkan, perhatian utama kini beralih kepada kondisi ibu korban, Raisha Anindra (31), yang masih harus bertahan di rumah sakit Singapura. Kemlu menyatakan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan.
“KBRI Singapura akan senantiasa berkoordinasi erat, baik dengan pihak otoritas setempat dan keluarga korban kecelakaan, untuk memantau perkembangan penanganan dan memberikan pendampingan yang diperlukan,” jelas Heni Hamidah.
Kronologi Kejadian yang Memilukan
Insiden yang merenggut nyawa bocah tersebut terjadi pada Kamis, 6 Februari lalu, di kawasan Chinatown, Singapura. Menurut laporan media setempat, korban dan ibunya, yang merupakan turis asal Indonesia, ditabrak oleh sebuah mobil di area parkir dekat Kuil Relik Gigi Buddha di South Bridge Road, sekitar pukul 11.50 waktu setempat.
Polisi Singapura menyatakan bahwa kedua korban sempat sadar saat dibawa dengan ambulans ke Rumah Sakit Umum Singapura. Sayangnya, kondisi gadis kecil itu tak tertolong. Ia meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarganya dan menjadi perhatian serius dari pemerintah Indonesia.
Artikel Terkait
Marcelino Rarun Divonis Seumur Hidup atas Pembunuhan dan Pemutilasian Sepupu
Bhumjaithai Pimpin Perolehan Suara, Pemerintahan Koalisi Menjadi Keniscayaan
Tebing Ambruk di Bogor, 16 Jiwa Terancam Meski Tak Ada Korban
Laporan Warga via 110 Ungkap Peredaran Sabu di Pelalawan