Meski jenazah sang anak telah dimakamkan, perhatian utama kini beralih kepada kondisi ibu korban, Raisha Anindra (31), yang masih harus bertahan di rumah sakit Singapura. Kemlu menyatakan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan.
“KBRI Singapura akan senantiasa berkoordinasi erat, baik dengan pihak otoritas setempat dan keluarga korban kecelakaan, untuk memantau perkembangan penanganan dan memberikan pendampingan yang diperlukan,” jelas Heni Hamidah.
Kronologi Kejadian yang Memilukan
Insiden yang merenggut nyawa bocah tersebut terjadi pada Kamis, 6 Februari lalu, di kawasan Chinatown, Singapura. Menurut laporan media setempat, korban dan ibunya, yang merupakan turis asal Indonesia, ditabrak oleh sebuah mobil di area parkir dekat Kuil Relik Gigi Buddha di South Bridge Road, sekitar pukul 11.50 waktu setempat.
Polisi Singapura menyatakan bahwa kedua korban sempat sadar saat dibawa dengan ambulans ke Rumah Sakit Umum Singapura. Sayangnya, kondisi gadis kecil itu tak tertolong. Ia meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarganya dan menjadi perhatian serius dari pemerintah Indonesia.
Artikel Terkait
Tuchel Panggil Ben White, Tinggalkan Trent Alexander-Arnold untuk Skuad Inggris
Cemburu Pacar, Pria 80 Tahun Dibunuh dan Dibuang ke Sungai Citanduy
Harga RAM DDR4 Melonjak Hampir 9 Kali Lipat, Produsen Beralih Fokus ke Memori AI
Menteri Zulhas Pastikan Stok Pangan Nasional Aman di Tengah Gejolak Global