PKB Tegaskan Dukungan Mutlak untuk Prabowo, PAN Buka Opsi Cawapres 2029

- Senin, 09 Februari 2026 | 08:00 WIB
PKB Tegaskan Dukungan Mutlak untuk Prabowo, PAN Buka Opsi Cawapres 2029

MURIANETWORK.COM - Ketua DPP PKB Daniel Johan menanggapi pernyataan Partai Amanat Nasional (PAN) yang mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2029, meski belum tentu berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka. Johan menegaskan, dukungan PKB kepada Presiden Prabowo sudah disampaikan secara langsung dan bersifat mutlak, dengan fokus pada keberhasilan program-program prioritas pemerintah saat ini.

Dukungan PKB Sudah Disampaikan Langsung di Istana

Menanggapi dinamika koalisi, Daniel Johan menekankan bahwa posisi PKB sudah sangat jelas dan tidak berubah. Komitmen partainya, menurutnya, bukan sekadar pernyataan politik di ruang publik, melainkan telah dikomunikasikan langsung di tingkat tertinggi.

"Dukungan PKB untuk Pak Prabowo sudah sangat jelas bahkan disampaikan langsung di Istana kemarin," tutur Daniel Johan kepada wartawan, Senin (9/2/2026).

Lebih dari sekadar dukungan politis, Johan menjelaskan bahwa wujud nyata sikap PKB adalah dengan memastikan seluruh agenda pemerintahan berjalan efektif. Partainya berkomitmen untuk mengawal implementasi kebijakan hingga benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Mulai dari ketahanan pangan, kesejahteraan petani dan nelayan, hingga penguatan ekonomi desa-itu yang harus kita sukseskan. Kita sama-sama memastikan pemerintahan berjalan efektif, program terlaksana tuntas, dan rakyat merasakan hasilnya," jelasnya.

PAN Tegaskan Dukungan, Tapi Buka Opsi Cawapres

Pernyataan Johan ini muncul sebagai respons atas sikap PAN yang sebelumnya telah menyatakan dukungannya. Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno, menegaskan partainya akan mendukung Prabowo Subianto untuk periode kedua pada Pilpres 2029. Eddy membanggakan konsistensi PAN sebagai partai di luar Gerindra yang telah tiga kali mendukung Prabowo dalam kontestasi pilpres.

"Saya kira Pak Zulkifli Hasan, ketua umum saya, pun dari awal sudah mengatakan bahwa PAN itu tidak ada urusan untuk permasalahan siapa yang akan kita dukung nanti di pilpres yang akan datang. Kita sudah tiga kali mendukung Bapak Presiden Prabowo, satu-satunya partai loh di luar Gerindra, yang konsisten mendukung Bapak Prabowo tiga kali dalam tiga pilpres," kata Eddy Soeparno di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (5/2).

Namun, di balik kepastian dukungan itu, PAN membuka ruang diskusi mengenai calon wakil presiden. Eddy menyatakan bahwa dukungan untuk Prabowo belum otomatis berarti mendampingkannya dengan Gibran Rakabuming Raka. Partainya akan mempertimbangkan berbagai opsi terbaik yang ada pada tahun 2029.

Lebih jauh, Eddy justru mengusulkan nama ketua umumnya sendiri, Zulkifli Hasan, sebagai calon pendamping. Argumentasinya, dengan tidak adanya lagi ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold), partai politik memiliki kesempatan lebih lebar untuk mengajukan kadernya.

"Gini, bagi saya, bagi saya, saya adalah partai politik dan apalagi partai politik itu sekarang memiliki kesempatan untuk bisa mengajukan kader-kadernya dengan tidak ada presidential threshold, tentu saya mendukung Pak Zulhas. Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulhas mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029, tentu," ujarnya.

Dengan demikian, meski sama-sama menyatakan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto untuk periode berikutnya, nuansa dari PKB dan PAN menunjukkan perbedaan penekanan. PKB lebih menonjolkan komitmen kerja dalam pemerintahan saat ini, sementara PAN sudah mulai membicarakan dinamika dan komposisi pasangan calon di masa mendatang.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar