"Mungkin perlu dievaluasi ya berkaitan dengan indikasi TNI yang perannya makin luas ya, bukan hanya di luar masalah pertahanan ya. Kan sudah ada indikasi TNI masuk ke MBG gitu ya, masuk ke apa Koperasi Merah Putih dan seterusnya ya," ujarnya.
Menurutnya, perlu ada koreksi agar interaksi yang lebih intens dengan ranah sipil tidak justru berpotensi mengurangi citra positif yang selama ini dibangun.
"Semakin TNI ikut terlibat urusan non-pertahanan ya, kemungkinan berinteraksi dengan masyarakat semakin besar dan kemungkinan munculnya gesekan juga semakin meningkat ya. Meskipun lagi-lagi masih di atas 90%, tapi kita pernah survei terhadap TNI di atas 95% ya. Jadi ada sedikit penurunan dan karenanya perlu TNI melakukan koreksi ya supaya tidak terlalu masuk ke urusan sipil ya," sambungnya.
Peringkat Lembaga Lainnya
Di belakang TNI, tingkat kepercayaan terhadap lembaga kepresidenan menempati posisi kedua dengan capaian 91%. Burhanuddin mencatat bahwa kepercayaan terhadap institusi presiden sering kali lebih tinggi daripada penilaian kinerja pribadi pemegang jabatannya.
"Trust terhadap presiden tentu lebih tinggi dibanding approval rating-nya seperti yang tadi saya bilang. Trust terhadap presiden sebagai lembaga seringkali lebih tinggi ketimbang evaluasi kinerja atau performance-nya," katanya.
Adapun lima besar lembaga dengan tingkat kepercayaan tertinggi secara lengkap adalah TNI (93%), Presiden (91%), Kejaksaan Agung (80%), Mahkamah Konstitusi (75%), dan Pengadilan (74%). Sementara itu, lembaga legislatif seperti DPR dan partai politik berada di peringkat terbawah daftar, masing-masing dengan 56% dan 61%.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Tegaskan Mobil Plat B yang Viral Bukan Aset Daerah
Kapolda Sumsel Gelar Coffee Morning untuk Evaluasi Kinerja Pejabat Utama
Anggota DPR Apresiasi Kelancaran Pasokan BBM Saat Mudik Lebaran 2026
Percobaan Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Berhasil Digagalkan Polisi