Presiden Prabowo Beri Koin Kenegaraan kepada Qari di Acara Satu Abad NU

- Minggu, 08 Februari 2026 | 14:30 WIB
Presiden Prabowo Beri Koin Kenegaraan kepada Qari di Acara Satu Abad NU

MURIANETWORK.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan koin kenegaraan sebagai hadiah kepada seorang qari usai pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Peristiwa ini terjadi dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, pada Minggu (8 Februari 2026). Pemberian hadiah ini langsung disambut gemuruh tepuk tangan ribuan hadirin yang memadati stadion.

Momen Penghormatan Usai Tilawah

Ahmad Ainur Roziqin, qari yang mendapat kehormatan membacakan ayat suci Al-Qur'an di hadapan forum tersebut, melantunkan bacaan dengan lantang dan merdu. Suaranya mengalun khidmat, menyelimuti seluruh area stadion yang diisi oleh Presiden Prabowo, para kiai, ulama, pejabat negara, serta massa Nahdlatul Ulama.

Usai menunaikan tugasnya, Ahmad pun naik ke panggung utama untuk bersalaman. Momen pertemuan dengan Presiden terasa hangat dan penuh keakraban. Terlihat Prabowo beberapa kali tersenyum dan menepuk pundak muda tersebut sebagai bentuk apresiasi.

Pemberian Koin Kenegaraan

Setelah menyalami sejumlah pimpinan PBNU dan tamu negara lainnya, Ahmad kembali mendekati Presiden Prabowo yang duduk di barisan depan. Saat itulah, Presiden mengambil sebuah souvenir khusus dari sakunya.

Hadiah yang diberikan adalah koin Presiden RI, sebuah benda kenegaraan yang kerap diserahkan oleh Prabowo dalam berbagai kesempatan, baik kepada masyarakat maupun tamu-tamu internasional. Pemberian hadiah ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah simbol penghargaan negara atas kontribusi di bidang seni baca Al-Qur'an.

Suasana pun langsung bergemuruh. Sorak sorai dan tepuk tangan riuh menggema dari seluruh penjuru tribun, mengapresiasi momen spontan yang penuh makna tersebut.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar