Hendropriyono Dukung Penunjukan Tedjowulan sebagai Pengelola Keraton Surakarta

- Minggu, 08 Februari 2026 | 09:45 WIB
Hendropriyono Dukung Penunjukan Tedjowulan sebagai Pengelola Keraton Surakarta

Kraton Majapahit Jakarta: Replika untuk Pewarisan Sejarah

Dalam kesempatan tersebut, Hendropriyono juga menjelaskan filosofi di balik berdirinya Kraton Majapahit Jakarta. Menurutnya, kompleks yang terletak di ibu kota ini dibangun sebagai ruang edukasi dan pewarisan sejarah, khususnya untuk generasi muda di Jakarta yang mungkin belum pernah menyaksikan langsung kemegahan peradaban Majapahit.

“Tempat ini kami bangun agar generasi penerus dapat melihat dan memahami bahwa apa yang ada di sini hanyalah sebagian kecil dari Majapahit yang sesungguhnya. Artefak-artefak Majapahit hingga kini masih terus digali melalui berbagai proyek strategis nasional, terutama di Jawa Timur,” jelasnya.

Mengenang Kejayaan yang Menginspirasi

Guru besar bidang intelijen itu lantas membentangkan narasi sejarah tentang pengaruh luas Kerajaan Majapahit. Ia mengingatkan bahwa jejak peradaban besar ini tidak hanya tersebar di Nusantara, tetapi juga meninggalkan warisan budaya di hampir seluruh Asia Tenggara. Majapahit, menurut catatannya, pernah berjaya selama lebih dari dua abad dan memiliki pengaruh politik yang kuat di kawasan.

Bangunan dan artefak yang ada di Kraton Majapahit Jakarta merupakan replika mini dari keraton yang asli, dengan beberapa penyesuaian. Hendropriyono menyebutkan dengan rinci tentang kemewahan masa lalu dan penyebaran artefak asli ke berbagai museum dunia.

“Majapahit berdiri dan berkibar selama 234 tahun, bahkan 200 tahun sebelum benua Amerika dikenal dunia. Patung-patung raja yang ada saat itu dibuat dari emas murni. Banyak artefak asli kini tersebar di luar negeri, di antaranya di Belanda, Prancis, Jerman, dan New York,” ungkapnya, memberikan konteks tentang betapa berharganya peninggalan sejarah tersebut.

Pertemuan antara dua tokoh yang mewakili dua pusat kebudayaan penting ini tidak hanya bersifat seremonial. Lebih dari itu, ia mencerminkan upaya kolektif untuk menjaga kesinambungan sejarah dan memastikan warisan budaya bangsa tetap relevan untuk masa depan.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar