Target atau Mengalir: Mana Gaya Hidup yang Cocok untuk Tahun Ini?

- Jumat, 02 Januari 2026 | 16:12 WIB
Target atau Mengalir: Mana Gaya Hidup yang Cocok untuk Tahun Ini?

Awal tahun selalu punya energi tersendiri, ya. Saatnya kita mulai berpikir, kira-kira apa yang ingin dicapai dalam dua belas bulan ke depan. Banyak orang memanfaatkan momen ini untuk menyusun ulang rencana, mengejar target yang sempat tertunda, atau sekadar menata langkah agar lebih terarah.

Ngomong-ngomong soal target, ada penelitian dari Oxford Learning yang bilang, punya tujuan jelas untuk setahun ke depan itu berdampak signifikan. Intinya, dengan pegangan yang kuat, langkah kita dalam hal pendidikan, skill, atau karier jadi lebih mantap. Tapi, tentu saja, ini bukan satu-satunya cara.

Di sisi lain, cukup banyak juga orang yang punya prinsip berbeda. Mereka lebih suka mengalir saja, atau istilah kerennya let it flow. Hidup dijalani dengan fleksibel, tanpa terlalu memaksakan keadaan. Keyakinannya sederhana: segala sesuatu akan datang pada waktunya.

Nah, kira-kira kamu tim yang mana? Sebelum menjawab, yuk kita lihat cerita dari beberapa orang yang menjalani kedua pendekatan itu.

Antara Target dan Mengalir: Cerita dari Lapangan

Rizky Pratama, 27 tahun, termasuk yang rutin bikin target tiap awal tahun. Tapi cara dia nggak muluk-muluk. “Targetnya nggak detail banget, cuma garis besarnya aja,” ujarnya. Misalnya, konsisten kerja, nabung, dan jaga kesehatan. Itu sudah cukup.

Pengalaman hidup yang kerap tak terduga justru jadi alasan dia tetap membuat rencana. Tahun ini, pria asal Jakarta Timur ini ingin fokus menyelesaikan hal-hal kecil yang belum tuntas, terutama kebiasaan sehari-hari.

“Harapannya simpel aja sih, pengin lebih tenang ngejalanin hari-hari. Bisa lebih menghargai diri sendiri, kerja tetap jalan, tapi nggak lupa istirahat. Kalau target-target kecil bisa tercapai pelan-pelan, itu udah cukup buat gue,” kata Rizky.

Cerita serupa datang dari Nadya Putri. Di usianya yang 24 tahun, dia sudah rutin menyusun target tahunan. Bedanya, Nadya suka mengurutkannya dari yang paling kecil. Nabung Rp 1 juta per bulan, olahraga tiga kali seminggu, sampai ikut kelas online untuk upgrade skill.

Bagi Nadya, daftar itu bukan sekadar tulisan. “Kalau targetnya jelas, walaupun simpel, aku jadi lebih ke-track. Misalnya target olahraga, aku jadi lebih sadar kalau seminggu belum gerak sama sekali,” jelasnya. Itu yang bikin dia nggak gampang leha-leha.

Namun begitu, tidak semua orang sepakat dengan pendekatan penuh target seperti itu. Ambil contoh Bima Aji. Di usia 31 tahun, pria ini lebih memilih untuk mengalir.

Tapi jangan salah, mengalir bagi Bima bukan berarti tanpa arah. Dia tetap punya fokus, terutama soal keuangan dan kebutuhan pribadi. Nabung dana darurat lebih giat, mengurangi lembur, dan menyempatkan liburan setahun sekali adalah prioritasnya. Olahraga ringan seperti jogging di akhir pekan juga dia lakukan agar terhindar dari burnout.

“Alur kerja di kantor sering berubah-ubah. Jadi gue nggak mau terlalu kaku sama target. Yang penting ada arah umum, tapi tetap fleksibel kalau ada perubahan kondisi,” tutur Bima.

Jadi, mana yang lebih baik? Tampaknya, semuanya kembali pada kepribadian dan kondisi masing-masing. Yang penting, kita terus bergerak.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar