Jakarta lagi demam thrifting. Tapi hati-hati, tren beli baju bekas ini ternyata nggak cuma soal gaya. Ada risiko kesehatan yang mengintai kalau kita asal pakai tanpa bersihkan dulu dengan benar. Itu peringatan dari dr. Fitria Agustina, Sp.KK, dokter spesialis kulit dan kelamin.
“Risiko utama memakai baju bekas yang tidak dibersihkan dengan baik adalah penularan penyakit kulit dan iritasi pada kulit,” kata dr. Fitria saat dihubungi di Jakarta, Kamis (5/2/2026), seperti dilansir Antara.
Menurutnya, pakaian bekas itu bisa jadi tempat persembunyian yang nyaman buat sisa keringat, jamur, sampai bakteri dari pemilik sebelumnya. Belum lagi residu bahan kimia dari deterjen atau pelembut tertentu. Buat yang kulitnya sensitif, ini resep yang pas buat timbulkan gatal-gatal, ruam merah, atau bahkan infeksi yang lebih serius.
“Selain jamur, ada juga skabies dan kutu yang bisa berpindah kalau bajunya dipakai cukup lama. Infeksi bakteri ringan juga bisa terjadi, meski lebih jarang,” ujar dokter yang lulusan Universitas Indonesia itu.
Nah, yang bikin agak merinding, mikroorganisme jahat itu ternyata bandel banget. Tungau penyebab skabies bisa bertahan hidup di kain selama dua sampai tiga hari. Jamur? Lebih lama lagi. Mereka bisa nempel di serat kain berhari-hari bahkan berminggu-minggu, apalagi kalau pakaiannya disimpan di tempat lembap. Jadi, bukan cuma sekilas lihat kondisi luarnya saja.
Masyarakat pun diimbau untuk waspada. Kalau muncul gejala aneh seperti bentol-bentol kecil, kulit bersisik, atau muncul bercak melingkar setelah pakai baju thrifting, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Jangan dianggap remeh.
Di sisi lain, isu kesehatan ini ternyata beririsan dengan masalah yang lebih besar. Peredaran pakaian bekas impor ilegal memang sedang jadi sorotan pemerintah. Selain berisiko buat kesehatan, gelombang barang bekas ini juga disebut-sebut menggerus pasar produk lokal.
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, pernah menegaskan soal ini. Menurutnya, serbuan pakaian bekas ilegal sangat menekan industri tekstil dalam negeri. Padahal, belanja sandang nasional kita mencapai angka fantastis, Rp10 triliun per bulannya. Upaya pengawasan dan penertiban terus dilakukan, bukan cuma buat lindungi pelaku usaha, tapi juga konsumen seperti kita semua.
Jadi, thrifting boleh-boleh saja. Asal pintar. Pastikan cuci bersih, keringkan sempurna, dan selalu perhatikan reaksi kulit. Lebih baik hati-hati daripada menyesal, kan?
Artikel Terkait
Ribuan Warga CFD HI Terhibur Pawai Budaya Jakarta Penuh Warna
Presiden Prabowo Beri Souvenir Khusus kepada Qori Terbaik di Acara Satu Abad NU
Anak Ketiga Tetapkan Tersangka Pembunuhan Ibu dan Dua Saudara di Warakas
Kapolda Metro Pimpin Kerja Bakti Serentak di Sunter, Tindak Lanjut Instruksi Presiden