Prabowo Perintahkan Gratiskan Pengurusan Dokumen Korban Bencana

- Senin, 29 Desember 2025 | 20:05 WIB
Prabowo Perintahkan Gratiskan Pengurusan Dokumen Korban Bencana

Di tengah upaya pemulihan pascabencana, ada kabar baik untuk para korban. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa pengurusan dokumen kependudukan yang hilang tidak akan dipungut biaya. Kebijakan ini langsung mengacu pada instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu disampaikan Prasetyo dalam konferensi pers di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025). Acara itu membahas Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana di Sumatera jelang akhir tahun.

"Tentunya mohon disampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kemendagri," ujar Prasetyo.

"Dan atas petunjuk Bapak Presiden tadi sudah disampaikan, berkenaan dengan masalah pengurusan kembali seluruh dokumen masyarakat, memang diminta untuk tidak dipungut biaya," lanjutnya.

Namun begitu, Prasetyo tidak menampik adanya potensi penyimpangan. Ia pun meminta Kementerian Dalam Negeri untuk mengawasi proses di lapangan secara ketat. Tujuannya jelas: mencegah oknum tak bertanggung jawab mencari keuntungan dari kesulitan warga.

"Kami memohon diberikan catatan Pak Mendagri untuk dilakukan monitoring. Supaya di dalam pelaksanannya, tidak ada oknum-oknum yang memanfaatkan situasi," tegasnya.

Menanggapi hal itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa langkah-langkah teknis sudah jauh-jauh hari dilakukan. Menurutnya, sejak pertengahan November lalu, Kemendagri telah membentuk sembilan tim khusus. Tugas mereka mendata dokumen yang hilang dan memastikan layanan Dukcapil berjalan.

"Kita tahu banyak dokumen yang hilang. Mulai tanggal 25 November sudah kita bergerak. Saya ulangi, 15 November itu sudah buat 9 tim, masing-masing 3 tim. Kita mendata dukcapil-dukcapil di semua kabupaten/kota yang terdampak," papar Tito.

Secara umum, kondisi layanan dinilainya cukup baik. Dari 52 wilayah terdampak, hanya tiga kantor Dukcapil di Aceh tepatnya di Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Langsa yang belum beroperasi normal.

"Daerah lain, di Tapanuli, Sumatera Utara juga bagus. Kota Sibolga ada masalah sedikit tapi sudah kita perbaiki. Kalau di Sumatera Barat, alhamdulillah tidak ada peralatan yang rusak," imbuh Tito melengkapi penjelasannya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar