MURIANETWORK.COM - Tiga warga Kabupaten Kendal mengalami musibah saat melakukan arung jeram di Sungai Bodri, Sabtu (7/2) sore. Ban karet yang mereka tumpangi terbalik, menyebabkan ketiganya hanyut. Dua orang berhasil selamat dengan kondisi lemas, sementara satu orang lainnya, Muhammad Effendi (36), masih hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Kronologi Musibah di Sungai Bodri
Insiden yang memilukan itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Arus sungai yang deras diduga menyebabkan ban karet yang ditumpangi korban terbalik, sehingga mereka terlempar ke air. Kejadian ini langsung disaksikan oleh warga sekitar yang kemudian sigap memberikan pertolongan pertama.
Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, membenarkan laporan tersebut. "Benar, sore tadi sekitar pukul 16.30 WIB kami menerima laporan kejadian tiga orang tenggelam di Sungai Bodri. Ketiga korban merupakan warga Kecamatan Cepiring," ujarnya.
Dua Korban Selamat Dievakuasi
Dua dari tiga korban berhasil menyelamatkan diri dengan berjuang melawan arus. Satu orang berhasil mencapai pinggiran sungai, sementara yang lain terdampar di sebuah pulau kecil di tengah aliran. Keduanya ditemukan dalam keadaan lemas dan syok.
"Dua orang berhasil menyelamatkan diri setelah menepi di pinggiran sungai dan ada yang di tengah pulau sungai. Kondisi keduanya lemas dan berhasil dievakuasi warga," jelas Iwan Sulistyo.
Kedua korban yang selamat itu adalah Bayu Irawan (29) dan Arif Kurniawan (50). Mereka segera dilarikan ke Puskesmas Cepiring untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis lebih lanjut.
Pencarian Korban Hilang Terus Dilakukan
Sementara dua rekannya sudah selamat, nasib Muhammad Effendi (36) masih menjadi misteri. Pencarian intensif segera diluncurkan melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi.
"Masih ada satu orang yang belum ditemukan atas nama Muhammad Effendi warga Desa Cepiring Kecamatan Cepiring dan saat ini masih dalam pencarian. Ada tim gabungan dari SAR BPBD Kendal, Basarnas Jawa Tengah dan relawan yang melakukan pencarian korban," terang Sulistyo.
Operasi pencarian terpaksa dihentikan sementara ketika malam tiba, menyusul keterbatasan pencahayaan yang membahayakan keselamatan tim. Rencananya, pencarian akan dilanjutkan pada Minggu (8/2) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, dengan fokus pada area sekitar lokasi kejadian. Situasi ini menyisakan duka dan harapan bagi keluarga serta warga setempat.
Artikel Terkait
Persija Jakarta Siap Hadapi Arema FC di GBK Demi Pertahankan Peluang Juara
Ribuan Warga CFD HI Terhibur Pawai Budaya Jakarta Penuh Warna
Presiden Prabowo Beri Souvenir Khusus kepada Qori Terbaik di Acara Satu Abad NU
Anak Ketiga Tetapkan Tersangka Pembunuhan Ibu dan Dua Saudara di Warakas