MURIANETWORK.COM - Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan dukungannya untuk Prabowo Subianto pada Pilpres 2029, namun membuka ruang untuk kemungkinan pasangan calon wakil presiden yang berbeda. Menanggapi hal ini, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memilih untuk menekankan fokusnya pada tugas pemerintahan saat ini.
Dalam pernyataan tertulis yang diterima dari Sekretariat Wakil Presiden pada Minggu (8/2/2026), Gibran menyatakan komitmennya untuk mengawal program-program Presiden Prabowo Subianto.
"Saya akan tetap fokus bekerja agar program dan visi Bapak Presiden dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah memastikan eksekusi dari berbagai agenda pembangunan yang telah dicanangkan. Sebagai wakil presiden, ia merasa memiliki tanggung jawab langsung dalam hal tersebut.
"Sebagai pembantu Presiden, saya memiliki tanggung jawab untuk mengawal serta memastikan pelaksanaan program dan visi Bapak Presiden berjalan dengan baik," tegas Gibran.
Dukungan PAN dan Dinamika Pasangan Calon
Pernyataan Gibran ini muncul menyusul pernyataan resmi dari jajaran PAN beberapa hari sebelumnya. Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno, menegaskan bahwa partainya akan kembali mendukung Prabowo Subianto untuk periode kedua pada 2029. Namun, mengenai sosok calon wakil presiden, PAN menyebut hal itu masih terbuka untuk dibahas.
Eddy mengingatkan bahwa PAN telah secara konsisten mendukung Prabowo dalam tiga kali kontestasi pilpres. Meski demikian, partai tetap akan mempertimbangkan berbagai opsi terbaik untuk posisi wakil presiden.
Dalam kesempatan itu, Eddy bahkan menyampaikan dukungan pribadinya agar Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, yang mendampingi Prabowo. Argumennya, dengan tidak adanya lagi ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold), partai politik memiliki peluang lebih besar untuk mengusung kadernya.
"Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulhas mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029, tentu," tutur Eddy di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (5/2).
Dinamika politik ini menunjukkan bahwa meski dukungan untuk Prabowo sudah jelas, peta koalisi dan konfigurasi pasangan calon untuk pilpres mendatang masih akan mengalami proses perundingan yang panjang. Respons Gibran yang berfokus pada kinerja pemerintahan saat ini dipandang sebagai sikap yang wajar, mengingat masa jabatan yang masih berjalan.
Artikel Terkait
KPK Perluas Penyidikan Suap Lahan di PN Depok ke Masa Kepemimpinan Sebelumnya
Borneo FC Kalahkan Bhayangkara FC 2-1, Pacu ke Posisi Dua Klasemen
Wacana Regenerasi NU: Kiai Maruf Amin Disebut Figur Potensial Jelang Muktamar
Prabowo: Islam Indonesia Teladan Damai bagi Dunia