Kondisi Lapangan yang Bervariasi
Tito memberikan gambaran nyata dari lapangan untuk memperjelas analisisnya. Ia mencontohkan perbedaan kondisi yang sangat mencolok antar daerah dalam jarak yang relatif dekat.
"Contoh misalnya kita masuk dari Aceh Tamiang yang berat sekali, 30 menit dari situ kita nyeberang masuk ke kota Langsa jadi (di sana) ada air aja kemudian selesai ditangani sendiri, saya cek kota itu ya memang nggak ada masalah, masuk kota Takengon nggak ada," tuturnya.
"Gayo Lues saya lihat semua lancar, pasar jalan, tapi terputus," imbuhnya.
Antisipasi untuk Daerah Terisolasi
Menyikapi tantangan akses yang terputus di beberapa lokasi, Tito menyatakan telah melakukan koordinasi strategis. Ia telah berkoordinasi dengan Menteri Pertanian Andi Amran dan Kepala Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, untuk memastikan ketersediaan logistik pangan di daerah-daerah yang berpotensi terisolasi.
Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi untuk mencegah kepanikan dan memastikan ketahanan pangan warga selama proses perbaikan akses transportasi berlangsung.
"Saya sampaikan daerah-daerah yang berpotensi terkurung harus punya stok minimal 3 bulan supaya kalau ada apa-apa, mudah-mudahan nggak ada apa-apa, kalau terjadi hal sama masyarakat nggak panik, pemerintah nggak panik karena logistik itu udah ada selama 3 bulan, dan 3 bulan itu udah cukup untuk pemerintah membuka akses," pungkas Tito.
Artikel Terkait
Menkeu Suntik Rp100 Triliun Tambahan ke Perbankan Jaga Likuiditas Jelang Lebaran
Pemkot Mataram Kaji Wajibkan Pejabat Bersepeda ke Kantor
Ledakan Kedua di Pangkalan Irak Tewaskan 7 Personel, Klinik Militer Turut Dihantam
Contoh Rundown Acara Halalbihalal untuk Keluarga, Kantor, hingga Lingkungan RT