MURIANETWORK.COM - Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (7/2/2026) sore untuk menghadiri perhelatan akbar Nahdlatul Ulama (NU). Agenda utamanya adalah keikutsertaan dalam Mujahadah Kubro Satu Abad NU yang dijadwalkan berlangsung Minggu (8/2) dan diikuti puluhan ribu jemaah. Kehadiran ini menegaskan peran negara dalam merawat sinergi dengan ormas keagamaan terbesar di Indonesia.
Perjalanan ke Malang dan Agenda Malam
Pesawat kepresidenan yang membawa Presiden Prabowo dan rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sekitar pukul 17.30 WIB. Cuaca sore itu tampak cerah menyambut keberangkatan. Setelah penerbangan kurang lebih satu jam, pesawat mendarat dengan mulus di Bandara Abdulrachman Saleh, Malang, pada pukul 18.42 WIB.
Sejumlah pejabat tinggi TNI dan Polri, termasuk Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, tampak hadir untuk melepas keberangkatan presiden di Halim Perdanakusuma.
Setibanya di Malang, agenda presiden tidak langsung berhenti. Menurut informasi dari Biro Pers Istana, Prabowo dijadwalkan menggelar sejumlah pertemuan tertutup pada malam hari sebelum acara puncak.
Makna Strategis Kehadiran di Mujahadah Kubro
Acara Mujahadah Kubro Satu Abad NU bukan sekadar ritual keagamaan biasa. Perhelatan yang diikuti lebih dari 100 ribu jemaah ini dimaknai sebagai simbol kekuatan dan refleksi perjalanan panjang NU sebagai pilar sosial-keagamaan bangsa.
Dalam konteks ini, kehadiran Presiden Prabowo membawa pesan yang lebih dalam. Kehadiran itu dipandang sebagai bentuk komitmen negara untuk memperkokoh kemitraan strategis dengan para ulama dan tokoh masyarakat.
Sinergi ini dianggap krusial untuk menjaga stabilitas sosial sekaligus mendorong kemajuan bangsa di tengah dinamika dan tantangan global yang semakin kompleks.
Rombongan Pendamping Presiden
Dalam kunjungan kerja ini, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Mereka antara lain Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Luar Negeri Sugiono.
Turut serta dalam rombongan, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Keberagaman portofolio para pendamping ini mengindikasikan cakupan pembahasan yang mungkin menyentuh berbagai aspek pemerintahan selama kunjungan.
Artikel Terkait
Anak 11 Tahun Asal Bima Raih Juara I MTQ Internasional di Irak
Tabrakan Minibus dan Motor di Kembangan, Satu Orang Luka-Luka
Pelita Jaya Jalin Kemitraan dengan PAM Jaya untuk Kampanye Air Bersih
Kapolda Riau Pimpin Penyidikan Pembunuhan Gajah Sumatera di Areal Konsesi PT RAPP