Di Moskow, kerja sama industri antara Indonesia dan Rusia akhirnya mendapat bentuknya yang lebih konkret. Lewat sebuah nota kesepahaman, Himpunan Kawasan Industri (HKI) menjalin kemitraan dengan dua lembaga Rusia: Pusat Perdagangan Internasional dan Asosiasi Kawasan Industri mereka.
Acara penandatanganan MoU itu sendiri berlangsung Selasa lalu, tanggal 9 Desember. Hadir menyaksikan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Dubes RI untuk Rusia, Jose Antonio Morato Tavares. Dari pihak Rusia, Deputy Minister of Industry & Trade, Alexey Vladimirovich, juga turut hadir dalam forum bisnis yang digelar di ibu kota Rusia tersebut.
Menurut Ketua Umum HKI, Akhmad Ma’ruf Maulana, peran mereka dalam kerja sama ini jelas: menjadi penghubung. “Kami akan bertindak sebagai katalisator,” ujarnya.
“Memastikan proses investasi berjalan lancar, efisien, dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak,” tambah Ma’ruf.
Dia melihat peluang besar menanti. Terutama di sektor-sektor strategis seperti energi, migas, transportasi, dan pertambangan. Keyakinannya ini makin kuat setelah pertemuan puncak antara Presiden Prabowo dan Presiden Putin di Moskow beberapa waktu lalu, tepatnya Juni yang baru lewat. Pertemuan itu dianggapnya memberi angin segar untuk memperluas kemitraan.
Di sisi lain, kerja sama dengan Rusia ini bukan cuma soal uang masuk. Ini juga pintu untuk diversifikasi ekspor, alih teknologi, serta penguatan sektor kelautan dan pariwisata. Nah, salah satu langkah nyatanya adalah partisipasi Indonesia di pameran industri besar INNOPROM, yang rencananya digelar pertengahan 2026. Pameran kelas dunia itu bakal jadi panggung penting untuk memamerkan inovasi dan menjaring kerja sama lebih jauh.
Lantas, apa yang akan dilakukan HKI? Tugasnya cukup beragam. Mulai dari menjembatani investasi strategis, menyelenggarakan misi dagang, hingga mengatur kunjungan langsung para pelaku industri Rusia ke kawasan industri di tanah air.
“Dengan menjalankan peran-peran ini,” pungkas Ma’ruf, “HKI bisa meningkatkan daya tarik dan kesiapan kawasan industri kita. Tujuannya satu: menyambut hangat arus investasi dan kerja sama dari Rusia.”
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020