BCA Digital Luncurkan Fitur BluSpending untuk Bantu Anak Muda Atur Keuangan

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:15 WIB
BCA Digital Luncurkan Fitur BluSpending untuk Bantu Anak Muda Atur Keuangan

Jakarta. Ada tren yang menarik diamati belakangan ini: generasi muda makin paham soal pentingnya mengatur keuangan. Bukan cuma sekadar tahu, mereka juga banyak yang mulai berhemat dan punya target jelas, terutama untuk mencapai apa yang sering disebut 'merdeka finansial'.

Nah, menanggapi kebutuhan itu, BCA Digital baru saja merilis pembaruan untuk aplikasi blu 2.0. Mereka menghadirkan fitur baru bernama bluSpending. Intinya, fitur ini hadir buat menjawab kebingungan yang kerap dialami banyak orang, terutama anak muda: sulitnya memisahkan uang tabungan dengan uang buat jajan sehari-hari. Urusan patungan atau split bill pas hangout sama teman pun jadi lebih gampang diatur.

Menurut Nariswari Yudianti, Head of Corporate Communication BCA Digital, ide dibalik bluSpending sederhana: bikin pengeluaran nasabah lebih rapi dan terukur. Selama ini kan nasabah udah kenal bluSaving buat nabung. Dengan adanya bluSpending, mereka bisa punya 'kantong' terpisah khusus buat pengeluaran rutin atau gaya hidup.

"Sekarang sudah ada fitur bluSpending, jadi kantong pengeluaran uangnya lebih rapi. Misalnya kita sudah budgeting setiap bulan untuk beli kopi atau makan bareng, uangnya ditaruh di sana. Fitur ini bisa langsung dihubungkan ke QRIS dan kartu debit, sehingga transaksi jadi lebih praktis tanpa mengganggu dana tabungan utama,"

Ujar Nariswari dalam sebuah talkshow bertajuk 'Ngobrol C.U.A.N Bareng BCA Digital' di ICE BSD, Sabtu (7/2/2026) lalu.

Kemudahan transaksi ini rupanya memang sesuai dengan kebiasaan nasabah. Data dari tahun 2025 menunjukkan aktivitas yang cukup sibuk. Yoga T. Halim, Head of Corporate Planning BCA Digital, mengungkapkan total transaksi tahun lalu mencapai 214 juta. Angka yang nggak main-main.

"Di tahun 2025 kemarin, jumlah transaksi mencapai 214 juta. Itu jumlah yang cukup besar, di antara transaksi itu yang kita bangga, ternyata nasabah-nasabah blu mulai banyak menggunakan QRIS baik untuk transfer maupun transaksi secara online,"

tutur Yoga.

(Foto: Talkshow Ngobrol C.U.A.N Bareng BCA Digital pada BCA Expoversary 2026.)

Dibantu AI, Tagihan Dibagi Otomatis

Guna memperluas kemudahan, BCA Digital juga punya fitur canggih lain: "Tagih Dana". Fitur ini memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membagi tagihan secara otomatis. Cara pakainya gampang banget. Pengguna cuma perlu pindai struk belanja atau makan di restoran lewat fitur tersebut. Nanti, sistem AI-nya yang akan otomatis menghitung dan membagi biaya, termasuk pajak dan layanan, ke masing-masing orang.

"Jadi tadi sudah dibagi makanannya, dia akan menghitung tuh berdasarkan total tax dan service-nya itu ke masing-masing pengguna. Jadi kita enggak usah ngitung lagi tax dan service-nya dan bisa ditotalin secara transparan,"

papar Yoga.

Inovasi-inovasi yang dekat banget dengan keseharian Gen-Z dan milenial ini ternyata berdampak positif buat perusahaan. Hingga akhir 2025, BCA Digital berhasil mencetak laba bersih Rp213 miliar. Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dikelola pun mencapai Rp14,3 triliun. Cukup signifikan.

Pada akhirnya, kehadiran fitur seperti bluSpending dan Tagih Dana ini menunjukkan arah yang jelas. BCA Digital nggak cuma ingin jadi tempat numpuk uang. Mereka berusaha jadi semacam 'teman' yang bantu nasabah, khususnya anak muda, buat menjalani gaya hidup yang lebih terencana dan terkontrol. Sebuah pendekatan yang terasa pas dengan zamannya.

(Surya Mahmuda)

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar