MURIANETWORK.COM - Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, membagikan kenangan dan keprihatinan bersama yang ia miliki dengan Paus Fransiskus terkait ancaman nyata pemanasan global. Hal ini ia sampaikan usai menghadiri forum Zayed Award Roundtable 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Kamis (4/2/2026). Dalam forum tersebut, Megawati yang ditunjuk sebagai dewan juri penghargaan itu mengungkapkan kekhawatiran mendalamnya terhadap dampak perubahan iklim yang semakin nyata, termasuk di Indonesia.
Penunjukan sebagai Dewan Juri dan Kekhawatiran Global
Megawati mengawali paparannya dengan menceritakan pengalamannya ditunjuk menjadi bagian dari dewan juri Zayed Award 2024. Penunjukan itu, menurutnya, merupakan bentuk kepercayaan dari dua pemimpin agama dunia.
"Betul-betul saya harus berterima kasih kepada Paus Fransiskus dan juga Imam Besar Masjid Al-Azhar, karena saya dipilih sebenarnya oleh Imam Besar Masjid Al-Azhar, yang disetujui juga oleh Paus Fransiskus," ungkapnya.
Dari dialog dengan pemimpin tertinggi Vatikan itu, muncul titik temu yang serius: keprihatinan terhadap laju pemanasan global. Megawati menekankan bahwa ancaman ini bukan lagi wacana, melainkan realitas yang sudah dirasakan berbagai belahan dunia.
Peringatan Paus Fransiskus tentang Kondisi Kutub
Megawati lantas menyampaikan secara rinci peringatan yang disampaikan Paus Fransiskus kepadanya. Paus disebutkannya sangat memperhatikan hasil penelitian tentang kondisi kutub yang dilakukan di Vatikan, dengan temuan yang mengkhawatirkan.
"Paus Fransiskus, selain tokoh agama Kristen itu beliau mengatakan bahwa di Vatikan beliau itu membuat juga penelitian untuk kutub. Dan sebenarnya ini harusnya, makanya di sini saya ingin mengatakan bahwa kita pun harus berhati-hati. Karena menurut beliau, kutub itu sekarang tidak hanya mencair kalau seperti biasanya, tetapi itu sudah cracking, cracking dan mengapung-ngapung seperti bongkahan es yang luar biasa," jelas Megawati.
Ia menggarisbawahi bahwa fenomena mencairnya es di kutub tersebut akan berdampak langsung pada sistem iklim global, termasuk memengaruhi arus laut dan pola cuaca yang pada akhirnya memicu bencana.
Kaitan Perubahan Iklim dengan Bencana di Indonesia
Sebagai seorang pemimpin yang lama berkecimpung dalam dinamika kebangsaan, Megawati menghubungkan peringatan global itu dengan situasi di tanah air. Ia menegaskan bahwa berbagai bencana yang terjadi belakangan ini tidak semata-mata disebabkan faktor cuaca harian, tetapi memiliki korelasi kuat dengan perubahan iklim skala besar.
"Jangan dipikirkan bahwa kemarin itu banyak sekali kejadian memang karena hujan. Tetapi yang juga harus diamati dengan baik adalah cairnya yang namanya air tampungan dari kutub itu kan kalau masuk ke tempat kita yang punya arus panas itu pasti akan mencair," imbuhnya.
Pernyataan ini menunjukkan upayanya untuk memberikan konteks lokal pada isu global, sekaligus mengajak semua pihak untuk melihat akar masalah di balik frekuensi bencana yang meningkat.
Keprihatinan dan Langkah Penanggulangan Bencana
Rasa prihatin itu terasa sangat personal, terutama ketika menyoroti bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Megawati menyatakan keterlibatan emosional dan komitmennya untuk turun tangan membantu.
"Saya sangat prihatin dan saya sangat terluka ya. Makanya kalau para wartawan melihat saya sudah mengumpulkan, masih sampai hari ini, itu adalah kami punya namanya Badan Penanggulangan Bencana yang dengan seluruh kekuatannya itu sudah saya terjunkan ke tiga tempat itu, dan masih terus berjalan," tutur Ketua Umum PDIP tersebut.
Dari pernyataannya, tergambar sebuah upaya konkret yang dilakukan di lapangan, mencerminkan respons langsung terhadap dampak perubahan iklim yang telah menjadi kenyataan pahit bagi masyarakat di sejumlah daerah.
Artikel Terkait
Warga Bandung Terluka Tangan Usai Hadang Macan Tutul untuk Lindungi Anak-anak
KPK Tetapkan 6 Tersangka Suap Impor Barang Palsu, Sita Barang Bukti Rp40,5 Miliar
KPK Tangkap Lima Tersangka Suap Impor, Satu Buron dan Puluhan Miliar Diamankan
Kepala KPP Banjarmasin Ditahan KPK Usai OTT, Akui Terima Janji Suap