AKP Eko Bayu memaparkan rincian kejadian. "Bukan pencurian kartu, melainkan berpura-pura meminjam kartu penumpang lain dan kemudian menukarnya dengan kartu miliknya yang tidak ada saldonya," ungkapnya.
Pelaku memulai aksinya dengan berpura-pura mengalami masalah teknis. "Ketika mau 'tap', wanita tersebut meminjam kartu penumpang lain dengan alasan kartunya 'eror'. Setelah itu, kartu tersebut ditukar dengan kartu miliknya yang saldonya kosong," lanjut Eko menerangkan kelicikan tersangka.
Respons dan Apresiasi dari Transjakarta
Insiden ini pun mendapat perhatian serius dari pihak operator bus Transjakarta. Mereka secara terbuka menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyatakan penyesalannya. "Transjakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan terkait insiden dugaan penukaran kartu pelanggan di rute JAK 02, Senin 2 Februari sekitar pukul 17.30 WIB," katanya.
Ayu menambahkan bahwa pengamanan pelaku tidak lepas dari kewaspadaan awak bus dan laporan dari penumpang yang menjadi korban. Dalam pernyataannya, ia juga mengapresiasi sikap proaktif masyarakat. "Transjakarta mengapresiasi keberanian pelanggan serta respons cepat petugas. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan menjaga barang bawaan masing-masing," ajaknya.
Komitmen untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan layanan juga ditegaskan pihak Transjakarta menyusul peristiwa ini, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kepercayaan publik.
Artikel Terkait
423 Warga Binaan di Papua Terima Remisi Khusus Idulfitri
Ragunan Dikunjungi 67 Ribu Orang di H+1 Lebaran
Monas Dibanjiri 13.500 Pengunjung di H+1 Lebaran
Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tak Akan Dihapus Meski Ada Tekanan Anggaran