Namun begitu, kabar tentang pertemuan ini punya versi lain yang sempat beredar lebih dulu. Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut pertemuan itu dihadiri oleh "tokoh-tokoh nasional yang tanda kutip mengatakan oposisi."
Sjafrie bercerita saat memberikan materi di Cibodas, Bogor. Katanya, pertemuan membahas tata kelola negara yang baik oleh seluruh pihak. Dia menyinggung soal kondisi negara yang kerap tidak diuntungkan, dari pemanfaatan sumber daya alam hingga perputaran keuangan.
Tapi ketika didesak awak media untuk menyebut nama-nama tokoh tadi, Sjafrie mengaku tidak tahu persis. "Saya tidak tahu namanya, lupa ya," ujarnya.
Meski lupa nama, dia punya kesimpulan. "Yang saya tahu bahwa tokoh-tokoh itu menyatakan bahwa sekarang waktunya kedaulatan rakyat kembali."
Jadi, ada dua pernyataan resmi yang sedikit berbeda nada. Prasetyo Hadi menyangkal keras unsur oposisi, sementara Sjafrie justru mengawali ceritanya dengan istilah itu walau akhirnya dia juga menyatakan bahwa para tokoh tersebut menegaskan tidak ada lagi oposisi. Yang jelas, Presiden Prabowo aktif berkomunikasi. Dengan siapa dan untuk apa, rupanya masih bisa ditafsirkan berbeda.
Artikel Terkait
Guncangan di OJK: Empat Pucuk Pimpinan Serentak Mengundurkan Diri
Anggota DPR Tegaskan: Tak Ada Campur Tangan BUMN dalam Penggantian Pimpinan OJK dan BEI
Polisi Coba Pendekatan Religi untuk Atasi Pemotor Lawan Arah di Lebak Bulus
Wamen Sosial: Sekolah Rakyat Harus Cetak Lulusan Tangguh Hadapi Zaman