“Kita dorong agar pembangunan huntara menjangkau lebih banyak daerah,” katanya.
“Prinsipnya, negara harus hadir secara cepat dan berkelanjutan.”
Data yang diterima Komisi VI pun menunjukkan kebutuhan yang masih mendesak. Diperkirakan, masih dibutuhkan sekitar 500 unit huntara tambahan untuk empat kabupaten tadi. Andre, yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang, berjanji akan terus mengawal prosesnya sampai tuntas.
“Agar seluruh penyintas bencana dapat segera menempati hunian yang layak dan manusiawi,” imbuhnya.
Secara keseluruhan, keterlibatan Danantara lewat program huntara ini dinilai sebagai bentuk kehadiran negara yang konkret. Di tengah situasi darurat, respons yang cepat dan tepat terutama untuk kebutuhan hunian yang aman adalah hal yang paling dibutuhkan masyarakat.
Pembangunan di Sumbar sendiri difokuskan pada wilayah-wilayah yang terdampak banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya. Program ini menjadi pilar penting dalam upaya percepatan pemulihan. Harapannya, dengan adanya kepastian tempat tinggal, proses pemulihan pascabencana bisa berjalan lebih terencana. Dan yang paling utama, kepentingan masyarakatlah yang jadi prioritas.
Artikel Terkait
Anggota DPR Tegaskan: Tak Ada Campur Tangan BUMN dalam Penggantian Pimpinan OJK dan BEI
Polisi Coba Pendekatan Religi untuk Atasi Pemotor Lawan Arah di Lebak Bulus
Prasetyo Hadi Bantah Ada Tokoh Oposisi dalam Pertemuan Tertutup Prabowo
Wamen Sosial: Sekolah Rakyat Harus Cetak Lulusan Tangguh Hadapi Zaman