Khutbah yang seharusnya dibacakan Rais Aam pun akhirnya diwakili oleh Rais Syuriyah PBNU yang juga menjabat Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Daftar ketidakhadiran tampaknya agak panjang. Beberapa nama menteri lain juga tidak terlihat, termasuk Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul.
"Termasuk Pak Saifullah Yusuf mungkin ada kesibukan lain. Ya tentu ada tugas lain ya," ucap Gus Yahya singkat, tanpa berpanjang lebar.
Di sisi lain, Gus Yahya menegaskan bahwa roda organisasi NU akan terus berjalan. Baginya, momentum harlah ini bukan akhir, melainkan bagian dari proses panjang.
"Yang jelas sesudah ini semua proses-proses organisasi akan terus kita jalankan sebagaimana mestinya untuk sampai kepada penuntasan amanah dan mandat dari Muktamar Lampung tahun 2021 yang lalu,"
pungkasnya, menutup penjelasan.
Suasana di Istora tetap khidmat. Kehadiran ribuan kiai, santri, dan undangan lain seolah mengisi celah dari kursi-kursi yang kosong tadi. Acara pun berlanjut seperti rencana.
Artikel Terkait
Skema One Way Trans Jawa Efektif Lancarkan Arus Mudik Lebaran 2026
Dermaga Pelabuhan Merak Padat Pemudik, Petugas Siaga Antisipasi Macet Total
Dua Pasangan Ganda Putra Indonesia Lolos ke 16 Besar Orleans Masters
Kataib Hizbullah Desak Segera Penarikan Seluruh Pasukan Asing dari Irak