Khutbah yang seharusnya dibacakan Rais Aam pun akhirnya diwakili oleh Rais Syuriyah PBNU yang juga menjabat Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Daftar ketidakhadiran tampaknya agak panjang. Beberapa nama menteri lain juga tidak terlihat, termasuk Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul.
"Termasuk Pak Saifullah Yusuf mungkin ada kesibukan lain. Ya tentu ada tugas lain ya," ucap Gus Yahya singkat, tanpa berpanjang lebar.
Di sisi lain, Gus Yahya menegaskan bahwa roda organisasi NU akan terus berjalan. Baginya, momentum harlah ini bukan akhir, melainkan bagian dari proses panjang.
"Yang jelas sesudah ini semua proses-proses organisasi akan terus kita jalankan sebagaimana mestinya untuk sampai kepada penuntasan amanah dan mandat dari Muktamar Lampung tahun 2021 yang lalu,"
pungkasnya, menutup penjelasan.
Suasana di Istora tetap khidmat. Kehadiran ribuan kiai, santri, dan undangan lain seolah mengisi celah dari kursi-kursi yang kosong tadi. Acara pun berlanjut seperti rencana.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Tokoh Oposisi, Sjafrie Singgung Kebocoran Rp 5.777 Triliun
Penyidik Riau Gali Ruh Hukum Baru dalam Forum Kolaboratif
Kaesang Pangarep Siap Peras Darah Demi Kemenangan PSI di 2029
Ma Dong-seok dan Lisa BLACKPINK Bikin Heboh, Syuting Film di Jakarta Libatkan Rekayasa Lalu Lintas