Belajar dari Banyuwangi: Upaya Pohuwato Tingkatkan Pelayanan dan Investasi
Sebuah delegasi dari Pemerintah Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, baru saja menyelesaikan kunjungan kerja selama tiga hari ke Banyuwangi, Jawa Timur. Inti dari lawatan ini sederhana tapi penting: mereka ingin melihat langsung bagaimana kabupaten di ujung timur Jawa itu mengelola urusan publik dan menarik investasi. Rupanya, Banyuwangi punya magnet tersendiri.
Dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Iwan Sjafruddin Adam, rombongan yang berangkat pada 28 Januari 2026 itu terdiri dari sejumlah pejabat kunci. Mulai dari Asisten 2 Mahyudin Ahmad, Kepala Bappeda Rustam Meleng, hingga kepala dinas perizinan dan politik. Agenda mereka padat, dimulai dengan silaturahmi dan kunjungan ke Kantor Kecamatan Banyuwangi Kota untuk melihat pelayanan administrasi kependudukan.
Namun begitu, fokus utama mereka sebenarnya ada di tempat lain.
Hari kedua, mereka menyambangi Mall Pelayanan Publik (MPP) Banyuwangi. Fasilitas yang diresmikan tahun 2017 ini bukan sembarang mall. Sebagai yang pertama di Indonesia, MPP ini sudah jadi percontohan nasional. Di sini, ratusan jenis layanan dan perizinan dari berbagai instansi dipusatkan dalam satu atap. Prosesnya dirancang agar transparan dan, yang paling penting, efisien.
Menurut Mahyudin Ahmad, pilihan jatuh ke Banyuwangi bukan tanpa alasan. "Kami sengaja datang untuk mempelajari praktik pelayanan publik di Banyuwangi, khususnya pengelolaan Mall Pelayanan Publik," ujarnya dalam keterangan tertulis di akhir kunjungan, Jumat (30/1).
Artikel Terkait
Es Legen di Pantura Berujung Mencekam: Rp 140 Juta Raib Digasak Maling
Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Lumajang Dini Hari
Anggota DPRD Pelalawan Diperiksa Polisi Terkait Ijazah Orang Lain
Politisi Mali Divonis Tiga Tahun Penjara di Pantai Gading Atas Tuduhan Hina Presiden