Mendengar itu, Pramono langsung menanggapi.
“Kalau ada biaya pengobatan, sebenarnya Pemerintah DKI Jakarta bisa bertanggung jawab,” katanya.
Sebagai langkah konkret, Pemprov telah membeli armada pengangkut baru tahun lalu. Pramono dengan tegas melarang penggunaan kendaraan lama yang jadi sumber masalah. “Yang lama saya tidak izinkan untuk digunakan,” jelasnya.
Namun begitu, dia juga mengakui bahwa menutup permanen fasilitas RDF bukan perkara mudah. Fasilitas yang dibangun dengan anggaran besar itu bukan dibangun di masa kepemimpinannya. Meski demikian, dia berjanji akan mencari jalan tengah.
“Semua persoalan masyarakat saya dengarkan. Kita cari solusi terbaik,” pungkas Gubernur, menutup pertemuan.
Kini, warga Rorotan menunggu. Mereka berharap jeda operasi ini bukan sekadar formalitas, tapi awal dari penyelesaian yang nyata. Bau itu sudah terlalu lama mengganggu kehidupan mereka.
Artikel Terkait
Selandia Baru Tolak Undangan Trump untuk Bergabung dengan Dewan Perdamaian
Kapolres Jaksel Ngopi di Gang Manggarai, Dengar Keluhan Warga Soal Tawuran dan Narkoba
Kebon Pala Terendam Dua Meter, Polairud Berjibaku Evakuasi Warga
Haedar Nashir Kritik Wacana Polri di Bawah Kementerian: Itu Mundur dari Reformasi