Peringatan pun disampaikan. Mereka bilang, konsekuensi berbahaya dari keputusan yang dianggap provokatif ini akan menjadi tanggung jawab penuh para pembuat kebijakan di Eropa.
Di sisi lain, dari Brussels, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kalla menjelaskan alasan di balik langkah tegas ini. Para menteri luar negeri Uni Eropa, katanya, akan segera memasukkan IRGC ke dalam daftar hitam setelah penindakan brutal terhadap aksi demonstrasi massal.
Dengan kata lain, langkah ini menempatkan IRGC sejajar dengan kelompok-kelompok seperti al-Qaeda dan ISIS. Sebuah penanda yang jelas, dan tentu saja, berisiko tinggi.
Artikel Terkait
Politiser Tertipu Rp 226 Juta, Perempuan 72 Tahun Dituntut 2 Tahun Bui
Iran Tegaskan Siap Perang, Tapi Pintu Negosiasi dengan AS Masih Terbuka
Golkar Buka Peluang Bahas Usulan PAN Hapus Ambang Batas Parlemen
Aceh Beralih ke Fase Pemulihan, Gubernur Mualem Beri Instruksi Ketat