Dua Dekade Terendam, Warga Jatibening Permai Kembali Berperahu di Jalanan

- Kamis, 29 Januari 2026 | 09:55 WIB
Dua Dekade Terendam, Warga Jatibening Permai Kembali Berperahu di Jalanan

Kawasan Pondok Gede di Bekasi kembali terendam. Kali ini, Perumahan Jatibening Permai yang jadi sasaran. Genangan air mulai merayap masuk sejak subuh tadi, mengubah jalanan kompleks menjadi semacam kanal berwarna keruh.

Kemal, seorang warga berusia 26 tahun, masih ingat persis kapan air mulai masuk. Sekitar pukul lima pagi, katanya. Saat itu, tingginya baru sebatas mata kaki, kira-kira 30 sentimeter. Tapi siapa sangka, situasinya malah makin parah.

“Ketinggian air terus naik hingga saat ini, kurang lebih ketinggian 1 meter atau seperut orang dewasa,” ujar Kemal.

Menurutnya, warga sudah sigap sejak dini hari. Begitu hujan deras tak kunjung reda dan air mulai naik, mereka langsung bergerak menyelamatkan kendaraan. “Kendaraan warga sudah dievakuasi dari tadi subuh pada saat hujan deras,” lanjutnya.

Dari foto-foto yang dia bagikan, suasana mirip bencana terlihat jelas. Sebuah perahu karet milik TNI sudah terlihat melintas di antara rumah-rumah yang terendam. Dalam foto lain, terlihat proses evakuasi yang mengharukan. Seorang lansia dan anak kecil, dibungkus jas hujan, duduk di perahu yang didorong seorang pria berjalan di air yang sudah setinggi dada.

Di sisi lain, upaya penanganan juga terlihat. Truk penyedot air sudah berada di lokasi, meski tampaknya masih kewalahan menghadapi volume air yang begitu besar. Beberapa pengendara motor bahkan nekat menerobos genangan, mengambil risiko yang cukup berbahaya.

Bagi warga Jatibening Permai, kejadian ini bukan hal baru. Kemal mengeluh, kompleks ini sudah jadi langganan banjir sejak 2005 silam. Hampir tiap tahun, ceritanya selalu berulang. Air datang, menggenang, lalu surut, meninggalkan lumpur dan rasa frustrasi.

“Sudah 20 tahun setiap hujan pasti banjir dan ketinggian rata-rata 1 meter. Semoga pemerintah ada solusi,” harapnya, suaranya terdapat harapan yang mulai menipis setelah dua dekade menghadapi rutinitas yang sama.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler