Menunggu koper di konveyor bagasi? Rasanya memang bisa bikin kesal. Penerbangan tepat waktu pun tak jadi jaminan. Kadang, kita harus berdiri lama di area klaim, menatap ban berjalan yang tak kunjung mengeluarkan barang kita.
Tapi ternyata, ada trik simpel yang bisa dicoba. Cukup dengan sebuah stiker, kopermu berpeluang keluar lebih cepat dari yang lain.
Hadleigh Diamond, seorang Direktur Komersial di SCS Chauffeurs, membocorkan caranya. Menurutnya, saat check-in, cobalah minta stiker bertanda "fragile" untuk ditempelkan pada koper Anda.
"Trik ini sering menjadi penyelamat dan sering kali berhasil. Cukup minta dengan sopan pada petugas check-in tanpa perlu menjelaskan panjang lebar. Tidak dijamin 100 persen, tapi dalam banyak kasus, koper Anda akan keluar lebih cepat,"
kata Diamond.
Kenapa Bisa Lebih Cepat?
Logikanya begini. Barang yang dianggap rapuh biasanya dapat perlakuan khusus. Mereka kerap ditaruh paling akhir saat dimuat ke pesawat, ditempatkan di bagian atas tumpukan agar tidak terhimpit. Nah, karena masuk terakhir, ya biasanya jadi yang pertama dikeluarkan saat pesawat mendarat.
Trik kecil ini bisa sangat berguna, lho. Misalnya buat kamu yang punya penerbangan lanjutan dengan waktu terbatas. Atau bagi yang sudah capek dan tak ingin menunggu 30-40 menit lagi. Para orang tua yang membawa anak kecil juga pasti senang bisa buru-buru keluar dari kerumunan terminal.
Di sisi lain, ada satu hal lagi yang perlu diingat. Beberapa petugas bagasi menyarankan untuk tidak mengikat banyak tali atau pita di koper. Kenapa? Benda-benda yang menjuntai itu rawan tersangkut di mesin conveyor. Alih-alih cepat, malah bisa bikin prosesnya makin lama. Jadi, selain stiker fragile, pastikan juga kopermu bersih dari hal-hal yang bisa nyangkut.
Artikel Terkait
Pemuda di Banyumas Diamankan Usai Diduga Masuk Kos untuk Foto Pakaian Dalam Wanita, Kasus Damai dengan Wajib Lapor
PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera, Direksi Turun Langsung Awasi Penormalan
Rupiah Mendekati Rp17.900, Defisit Neraca Pembayaran Kuartal I-2026 Tembus 9,15 Miliar Dolar AS
PLN Pulihkan 176 Gardu Induk di Sumatera Usai Gangguan Transmisi Meluas