“Itu dilakukan untuk mengurangi curah hujan yang ada di Kali Angke supaya berkurang di embung tersebut, tidak semuanya langsung turun ke Cengkareng Drain,”
jelas Pramono.
Lalu, bagaimana dengan anggarannya? Pramono mengakui bahwa kebutuhan dana untuk menormalisasi Kali Cakung Lama sifatnya dinamis, mengingat ini adalah program jangka menengah. Tapi ia memastikan, dana sudah disiapkan.
“Untuk bulan Februari saja kita butuh 132 miliar rupiah dan sudah disetujui,”
ungkapnya.
Soal progres pengerjaan, sebagian segmen Kali Cakung Lama konon sudah mulai dikerjakan. Namun, ada bagian yang masih jadi hambatan, terutama di wilayah Cilincing. Untuk segmen ‘bottleneck’ ini, penyusunan anggarannya akan segera dilakukan dan dijadikan prioritas dalam APBD Perubahan.
“Secara prinsip dari total sekitar 8,5 kilometer itu anggarannya sudah ada, hanya memang yang di ujung belum ada. Tapi itu sudah saya setujui dan menjadi prioritas,”
pungkas Gubernur menegaskan.
Artikel Terkait
Ketua Umum Projo Prihatin atas Penyiraman Aktivis KontraS, Serukan Penegakan Hukum
BMKG: Panas Terik di Jakarta Dipicu Sinar Matahari Kuat dan Awal Musim Kemarau
Pemerintah Berlakukan Kerja dari Mana Saja untuk Antisipasi Kemacetan Mudik Lebaran 2026
Mantan Ajudan Prabowo, Brigjen Wahyu Yuniartoto, Dimutasi ke BAIS TNI