Sudah satu tahun berlalu sejak Andra Soni dilantik sebagai Gubernur Banten. Dalam perjalanannya memimpin, ada satu hal yang ia sadari betul: menjadi kepala daerah berarti harus punya mental baja, siap dicaci maki kapan saja.
Hal itu ia ungkapkan dengan terbuka dalam sebuah diskusi di Universitas Ageng Tirtayasa (Untirta), Kamis lalu. Acara bertajuk Refleksi Satu Tahun Gubernur Banten itu menjadi ajang baginya untuk bercermin sekaligus bercerita.
Di hadapan para akademisi, Andra membeberkan sejumlah program yang digulirkannya. Salah satunya adalah Bangun Jalan Desa Sejahtera, atau yang akrab disebut Bang Andra. Lewat program ini, Pemprov bisa turun tangan membenahi jalan desa di 61 titik yang tersebar.
Memang, ia akui, pekerjaan besar seperti ini mustahil tuntas dalam waktu lima tahun saja. Namun begitu, Andra meyakini langkah awal ini adalah pondasi yang krusial. “Apa yang saat ini dilakukan, setidaknya diselesaikan satu per satu,” ujarnya.
“Mungkin tidak selesai dalam satu periode, tapi setidaknya kita membangun pondasi dan berada di jalan yang benar dalam membangun infrastruktur desa.”
Ia pun menyadari bahwa kebijakannya tak mungkin bisa memuaskan semua orang. Selalu ada yang kecewa, selalu ada yang protes. Dan itu, katanya, justru bagian dari proses.
“Jadi kepala daerah itu harus siap dicaci dan dimaki,” tegas Andra.
“Semakin banyak kita dikritik dan diberi saran, itu tandanya harapan telah dititipkan kepada kita.”
Di sisi lain, ia tak lupa menyampaikan apresiasi. Andra berterima kasih pada para akademisi Untirta yang telah menyumbangkan pemikiran dan masukan independen.
“Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih atas masukan dan saran dari Bapak dan Ibu yang hadir di sini,” pungkasnya.
Artikel Terkait
DPR Siapkan Revisi UU Ketenagakerjaan dengan Konsep Omnibus Law, Atur PHK hingga Outsourcing
Wamendagri Tekankan Sinergi Pusat-Daerah di Papua demi Sukseskan Asta Cita dan Indonesia Emas 2045
KAI Logistik Raih Penghargaan Human Capital 2026 Berkat Tata Kelola SDM Inklusif dan Berkelanjutan
16 WNA Ditangkap di Sukabumi, Diduga Jalankan Love Scamming Lewat Aplikasi Kencan