Bekasi Tergenang, Genangan di Teluk Pucung Capai Satu Setengah Meter

- Kamis, 29 Januari 2026 | 10:15 WIB
Bekasi Tergenang, Genangan di Teluk Pucung Capai Satu Setengah Meter

Pagi ini, Kota Bekasi kembali berjuang melawan banjir. Air menggenangi sejumlah wilayah, dengan ketinggian yang cukup bervariasi. Di beberapa titik, genangan bahkan dilaporkan mencapai satu setengah meter.

Menurut sejumlah saksi, air mulai naik cukup cepat. Idham Kholid, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, memberikan konfirmasi mengenai situasi ini. Ia menyebutkan bahwa ketinggian air memang beragam, mulai dari sepuluh sentimeter hingga yang tertinggi seratus lima puluh sentimeter.

"Kampung Lebak RT 001/003, Kelurahan Teluk Pucung. Ketinggian genangan: 30-150 cm,"

ujar Idham. Titik dengan genangan paling dalam itu berada di wilayah Bekasi Utara.

Tak tinggal diam, petugas langsung bergerak untuk mengevakuasi warga. Di RT 03/RW 01 Kelurahan Teluk Pucung, dengan kondisi hujan ringan dan air setinggi 30 hingga 150 cm, sembilan orang berhasil dievakuasi dengan selamat.

Lalu, daerah mana saja yang terendam? Berikut ini titik-titik yang terdampak, setidaknya berdasarkan data sementara yang ada.

Di Kecamatan Pondok Gede, situasinya cukup mengkhawatirkan. Kawasan Jatibening Permai di Kelurahan Jatibening, misalnya. Genangan yang awalnya hanya sekitar 10 cm pada pukul enam lebih pagi, melonjak drastis menjadi 80 cm dalam waktu sekitar dua jam. Tak jauh dari sana, di Perumahan Duta Indah RW 015, Kelurahan Jati Makmur, air sudah berada di ketinggian 50 hingga 80 cm sejak sebelum pukul tujuh tiga puluh.

Di sisi lain, Kecamatan Rawalumbu juga tak luput. Beberapa lokasi seperti Jembatan 1 dan Jembatan 12 Rawalumbu di Kelurahan Pengasinan dilaporkan tergenang. Di jembatan 12, ketinggian air sekitar 20-40 cm. Sementara itu, Perumahan PHP di kelurahan yang sama juga terendam sekitar 30 sentimeter.

Kondisinya memang tidak merata. Namun begitu, banjir pagi ini cukup mengganggu aktivitas dan memaksa sejumlah warga meninggalkan rumah mereka.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar