Amran Sulaiman Masuk DEN, Pacu Biofuel dari Sawit hingga Singkong

- Rabu, 28 Januari 2026 | 20:40 WIB
Amran Sulaiman Masuk DEN, Pacu Biofuel dari Sawit hingga Singkong
Artikel Energi Pertanian

Presiden Prabowo Subianto baru saja melantik Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai anggota Dewan Energi Nasional. Ini bukan sekadar jabatan tambahan. Bagi Amran, ini adalah peluang untuk menempatkan sektor pertanian sebagai jantung dari strategi energi hijau Indonesia ke depan.

Pelantikannya sendiri mengacu pada dua Keputusan Presiden, yaitu Nomor 134/P dan 6/P, keduanya terbit tahun 2026. Tapi, di balik dasar hukum formal itu, ada misi yang lebih besar yang ingin digarapnya.

Usai acara, Amran langsung menegaskan komitmennya. Ia bicara tentang mengoptimalkan potensi pertanian untuk mendukung transisi energi nasional. Fokusnya jelas: green energy dari sumber daya lokal.

"Insyaallah, ke depan kita akan mengoptimalkan energi hijau dari sektor pertanian. Potensinya sangat besar, seperti dari ubi kayu atau singkong, kelapa sawit (CPO), tebu, dan berbagai komoditas lainnya,"

Demikian penegasan Amran dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/1/2026).

Argumennya sederhana tapi kuat. Sebagai negara agraris, kekuatan Indonesia untuk jadi pemain biofuel sangatlah besar. Menurutnya, berbagai komoditas pertanian kita sebenarnya bisa menopang kebutuhan energi dalam negeri. Ini sekaligus langkah menuju kemandirian.

Ia menyebutkan, kelapa sawit dan tebu saat ini sudah menjadi tulang punggung biofuel nasional. Namun begitu, ada satu komoditas lain yang disebutnya punya prospek cerah: singkong.

"Sawit dan tebu sudah berjalan. Selanjutnya, kita dorong singkong. Ini potensi besar kita,"

Ucapnya penuh keyakinan.

Lebih jauh, Amran mengungkapkan bahwa pemerintah tak main-main dengan kebijakan mandatori biodiesel. Implementasi B50, misalnya, diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada impor solar secara drastis. Bahkan, ia optimis bisa menghentikannya.

"Insyaallah, sesuai hasil koordinasi, tahun ini kita tidak impor lagi solar karena kita masuk ke B50,"

tambahnya.

Dengan masuknya Amran ke dalam DEN, harapannya jelas: sinergi antara pertanian dan energi bisa jauh lebih kuat. Kolaborasi ini dianggap kunci untuk mewujudkan transisi energi yang benar-benar berkelanjutan.

Ke depan, Kementerian Pertanian akan fokus pada penguatan program hilirisasi. Mereka juga akan mengembangkan komoditas energi dan memperluas budidaya tanaman penghasil biofuel. Semuanya dirancang agar terintegrasi, dari hulu hingga hilir.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Selain menciptakan nilai tambah ekonomi bagi petani, upaya ini diyakini bisa memperkuat daya saing nasional. Pada akhirnya, semua bermuara pada satu tujuan: mendukung Indonesia mencapai kedaulatan energi dan pembangunan hijau yang berkelanjutan.

Sebagai informasi, Dewan Energi Nasional adalah lembaga yang bertugas merumuskan dan mengoordinasikan kebijakan energi Indonesia. Tugasnya bersifat menyeluruh dan berjangka panjang.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini