Operasi Sikat Jaya 2026 Digelar, Polisi Siagakan 675 Personel Antisipasi Kerawanan Jelang Ramadan

- Rabu, 28 Januari 2026 | 14:05 WIB
Operasi Sikat Jaya 2026 Digelar, Polisi Siagakan 675 Personel Antisipasi Kerawanan Jelang Ramadan

Menjelang Ramadan, suasana di Jakarta biasanya berubah. Bukan cuma soal persiapan ibadah, tapi juga keamanan. Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, mengakui tren kejahatan memang cenderung naik di periode seperti ini. Makanya, patroli digencarkan untuk mengantisipasi segala gangguan kamtibmas.

“Menjelang bulan Ramadan, gangguan Kamtibmas cenderung mengalami peningkatan,” ujar Asep kepada awak media, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, yang perlu diwaspadai adalah tawuran, keributan geng motor, sampai aksi premanisme dan kejahatan jalanan lainnya.

Lantas, apa pemicunya? Faktornya beragam. Dari konsumsi minuman keras dan narkoba, provokasi yang menyebar cepat lewat media sosial, sampai tekanan sosial ekonomi yang makin terasa jelang bulan suci. Kombinasi ini rawan memicu kerusuhan.

“Kondisi ini tidak dapat ditolerir,” tegas Irjen Asep.

Alasannya jelas: berpotensi menimbulkan korban jiwa, merusak fasilitas umum, dan yang paling parah, menggerus rasa aman warga. Polda Metro Jaya pun tak tinggal diam.

Gelar Operasi Sikat Jaya 2026

Sebagai langkah konkret, digelarlah Operasi Sikat Jaya 2026. Operasi ini bakal berjalan dari 28 Januari sampai 11 Februari tahun depan, dengan melibatkan sekitar 675 personel. Jumlah yang tidak sedikit.

Mereka akan dikerahkan ke titik-titik rawan. Wilayahnya sudah dipetakan, mencakup kawasan seperti Manggarai hingga Jalan Basuki Rachmat atau yang biasa disebut Basura. “Nanti kita akan fokus di wilayah hukum Jakarta Pusat, Jakarta Timur, yang sering, termasuk Jakarta Selatan,” tutur Asep. Di area perbatasan, akan ditempatkan pos pantau dan patroli gabungan yang selalu siap bergerak.

Dari Sekolah Hingga Dunia Maya

Tindakan tak hanya bersifat reaktif. Polisi juga akan menjemput bola dengan mendatangi sekolah-sekolah. Tujuannya, memberikan imbauan langsung agar para pelajar menjauhi tawuran. Di sisi lain, patroli di dunia siber juga digencarkan. Pengawasan terhadap konten provokatif di media sosial menjadi prioritas untuk mencegah konflik meluas.

Dalam pelaksanaannya, Kapolda berpesan agar personel mengedepankan pendekatan humanis. Tapi, tetap tegas. Profesionalisme dan tindakan yang proporsional jadi kunci. “Implementasikan secara konsisten nilai-nilai program Jaga Jakarta,” imbuhnya. Itu berarti, jaga lingkungan, jaga warga, jaga amanah, dan tentu saja, jaga aturan.

Semua langkah ini diharapkan bisa menekan angka kejahatan. Agar Ramadan tahun depan benar-benar bisa dijalani dengan tenang dan penuh ketentraman oleh seluruh warga Ibu Kota.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar