Di sisi lain, upaya penanganan darurat sudah digeber. Kemenag, lewat APBN dan gerakan internal Kemenag Peduli, telah menyalurkan bantuan awal. Nilainya sekitar Rp 75,82 miliar. Rinciannya, Rp 66,47 miliar dari APBN dan sisanya, Rp 9,35 miliar, dari partisipasi pegawai.
Namun begitu, dana segitu rupanya masih jauh dari cukup. Untuk pemulihan total, Nassarudin mengusulkan penambahan anggaran yang tak main-main: Rp 702,9 miliar. Angka ini diajukan untuk membenahi kembali ribuan satuan layanan yang porak-poranda itu.
Rapat itu sendiri berlangsung cukup alot. Anggota komisi banyak yang menyoroti efektivitas penyaluran bantuan. Tapi, satu hal yang jelas: pemulihan kehidupan beragama pascabencana ternyata butuh biaya dan perhatian yang sangat besar.
Artikel Terkait
Jalan Terbuka, Polisi Bisa Duduki Jabatan Sipil
PSI Jadikan Makassar Kandang Gajah Baru Jelang Pemilu 2029
Kaesang Disambut Tarian Adat di Pelantikan Pengurus PSI Sulsel
Warga Padang Kehausan, Usulan Sumur Bor Melonjak dari 5 Jadi 264 Titik