Di sisi lain, upaya penanganan darurat sudah digeber. Kemenag, lewat APBN dan gerakan internal Kemenag Peduli, telah menyalurkan bantuan awal. Nilainya sekitar Rp 75,82 miliar. Rinciannya, Rp 66,47 miliar dari APBN dan sisanya, Rp 9,35 miliar, dari partisipasi pegawai.
Namun begitu, dana segitu rupanya masih jauh dari cukup. Untuk pemulihan total, Nassarudin mengusulkan penambahan anggaran yang tak main-main: Rp 702,9 miliar. Angka ini diajukan untuk membenahi kembali ribuan satuan layanan yang porak-poranda itu.
Rapat itu sendiri berlangsung cukup alot. Anggota komisi banyak yang menyoroti efektivitas penyaluran bantuan. Tapi, satu hal yang jelas: pemulihan kehidupan beragama pascabencana ternyata butuh biaya dan perhatian yang sangat besar.
Artikel Terkait
Lebaran 2026: 189 Ribu Kendaraan Telah Melintasi Cirebon di Aroma Mudik
Putra Ali Khamenei Dievakuasi ke Rusia untuk Operasi Darurat
Dua Tenaga Kesehatan Tewas Diserang Kelompok Bersenjata di Tambrauw
Polisi Perketat Pengamanan Pasca Ledakan di Masjid Jember Saat Tarawih