Gerindra Tuding Birokrasi Lamban Jadi Biang Kerok Krisis Air di Padang

- Rabu, 28 Januari 2026 | 00:05 WIB
Gerindra Tuding Birokrasi Lamban Jadi Biang Kerok Krisis Air di Padang

Lantas, bagaimana tanggapan pihak yang dikritik? Wali Kota Padang, Fadly Amran, akhirnya angkat bicara. Lewat Padang TV, ia mencoba menjawab berbagai tudingan soal penanganan krisis air. Baginya, ini adalah tanggung jawab bersama.

"Ini pun juga banyak pertanyaan tentang air bersih. Kan ada informasi di luar sana tolong copot ini, tolong copot itu kan begitu ya," kata Fadly.

"Saya perlu menyampaikan Bapak/Ibu Semua. Tugas ini bebannya dipikul bersama-sama, itu kita yakin itu. Walaupun tidak statusnya seperti yang kita dengar di media tidak bencana nasional tapi ini perhatian nasional, TNI-Polri menjadi garda terdepan juga,"

Fadly lalu memaparkan sejumlah capaian. Katanya, 98 persen jalur distribusi air PDAM sudah aktif kembali. Pipa sepanjang sekitar 800 meter sudah diperbaiki. Meski tekanan air mungkin belum normal, tapi akses air ke rumah warga sudah pulih.

Namun begitu, ia mengakui bahwa kekeringan ini masalah yang lebih luas. Bukan cuma PDAM yang kena imbas.

"Karena apa, kita bisa lihat, sungai-sungai kita ini memang dilanda kekeringan. Mungkin danau-danau ataupun mata-mata air ataupun juga yang selama ini menampung air itu pun juga ikut longsor," jelasnya.

"Nah apa yang terjadi hari ini, yang terjadi hari ini kekeringan bukan hanya terjadi di PDAM, sekali lagi sudah 98 persen. Tetapi di sumur-sumur masyarakat karena irigasi dan dampak hidrometorologi dari sungai-sungai kita. Memang debit airnya tidak seperti sebelumnya,"

Untuk solusi jangka pendek, Fadly menyebut PDAM akan tetap jadi andalan. Tapi ke depan, harus ada langkah yang lebih mendasar.

"Sehingga Alhamdulillah dari kementerian, provinsi dan juga kota akan memasang lebih kurang ratusan ya Pak ya, pompa air sementara," ujarnya.

"Kenapa PDAM, tentu solusi jangka pendeknya PDAM bisa menyuplai kepada rumah-rumah yang kekeringan itu, namun saya rasa ini tidak bisa menjadi solusi jangka menengah atau jangka panjang, tetapi perlu sumur bor ataupun pembangunan penampungan dan juga perbaikan saluran sungai irigasi kita ini supaya air bersih ini bisa kembali normal hendaknya,"

Jadi, perang narasi antara legislatif dan eksekutif terus berlanjut. Satu pihak menuding kelambanan dan kegagalan, sementara pihak lain bersikukuh telah bekerja dan menyebut ini tanggung jawab bersama. Sementara itu, warga Padang masih menunggu air bersih mengalir deras ke rumah mereka.


Halaman:

Komentar