Dari lereng yang hancur di Dusun Pasir Kuning, kabar duka terus berdatangan. Basarnas, Selasa (27/1/2026), menyatakan tim gabungan telah membawa pulang 43 kantong jenazah. Dari jumlah itu, baru 27 korban yang berhasil diidentifikasi namanya.
Data ini disampaikan langsung oleh Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI M Syafi'i, dalam rapat kerja di Komisi V DPR, Senayan. Suasana ruang rapat terasa berat ketika ia memaparkan kronologi awal bencana.
"Dari laporan pemerintah daerah, setelah dilaksanakan rapat awal, memang disampaikan bahwa masyarakat yang terdampak setelah diasesmen awal adalah ada 34 rumah yang tertimbun," ujar Syafi'i.
Ia melanjutkan, "Diperkirakan kira-kira 133 warga, dan pada saat itu dilaporkan 23 bisa terevakuasi dalam kondisi selamat."
Namun begitu, angka-angka itu ternyata belum final. Seiring pendalaman data dan koordinasi yang lebih ketat dengan pemda, skala bencana justru terlihat lebih luas. Hingga Selasa siang pukul 13.30 WIB, catatan mereka berubah.
Rumah yang hilang tertimbun tanah kini bertambah jadi 35 unit. Korban terdampak pun membengkak: 155 orang.
"Dengan jumlah selamat setelah terkonfirmasi 75 jiwa," jelas Syafi'i.
Lalu, tentang proses evakuasi yang menyedihkan itu, ia menambahkan, "Yang sudah kami evakuasi dengan tim SAR gabungan ada 43 kantong jenazah yang kami serahkan."
Sedikit kabar yang bisa menjadi pegangan bagi keluarga: "Informasi tadi pagi yang kami dapat dari DVI telah mengidentifikasi 27 korban dan telah diserahkan kepada keluarga."
Proses pencarian dan identifikasi masih berlanjut. Di balik angka-angka statistik itu, ada duka yang masih sangat nyata.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Klaim Berhasil Kembalikan Arus Kekayaan Negara ke Rakyat Lewat Program Strategis
PT KAI Sediakan Layanan Pendampingan Psikologis bagi Korban Kecelakaan Beruntun di Stasiun Bekasi Timur
Arsenal dan Atletico Madrid Imbang 1-1 di Leg Pertama Semifinal Liga Champions
Prabowo Berkelakar soal Pingsan hingga Stres saat Groundbreaking Proyek Hilirisasi di Cilacap