Lagi-lagi, sirene peringatan berbunyi di Asia Timur. Korea Utara diketahui menembakkan rudal balistik pada Selasa (27/1) waktu setempat. Menurut pantauan, proyektil itu meluncur ke arah perairan yang dikenal sebagai Laut Jepang.
Dua negara tetangganya, Korea Selatan dan Jepang, langsung merespons. Mereka lah yang pertama kali melaporkan aktivitas militer Pyongyang ini.
Dari Seoul, Kepala Staf Gabungan menyebut pihaknya mendeteksi sebuah "proyektil" yang mengarah ke Laut Timur begitu mereka menyebut kawasan itu. Sinyal dari Seoul terdengar lebih singkat.
Namun begitu, laporan dari Tokyo memberikan detail yang sedikit berbeda. Otoritas Penjaga Pantai Jepang, mengutip Kementerian Pertahanan, menyatakan bukan cuma satu, melainkan dua rudal balistik yang diluncurkan. Keduanya diperkirakan sudah jatuh ke laut.
Kantor berita Jiji Press kemudian memperjelas titik jatuhnya. Mengutip sumber pertahanan yang sama, media itu melaporkan rudal-rudal tersebut mendarat di perairan di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang. Artinya, secara teknis tak melanggar batas wilayah mereka.
Ini bukan kali pertama bulan ini. Catatan menunjukkan, ini adalah peluncuran rudal kedua yang dilakukan Korut sepanjang Januari. Sebelumnya, mereka juga melakukan tembakan rentetan rudal. Waktunya cukup menarik: hanya beberapa jam sebelum Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung berangkat ke China untuk sebuah pertemuan puncak.
Di sisi lain, aksi ini juga terjadi di tengah gelombang diplomasi yang padat. Baru sehari sebelumnya, Seoul kedatangan tamu penting dari Washington. Elbridge Colby, pejabat tinggi Pentagon, berkunjung dan memberikan pujian.
Dalam pertemuannya, Colby menyebut Korea Selatan sebagai "sekutu teladan".
Jadi, di balik hiruk-pikuk peluncuran rudal, ada dinamika lain yang berjalan. Pujian dari sekutu utama, kunjungan ke negara tetangga besar, dan kemudian ledakan di langit. Semuanya seperti bagian dari sebuah pola yang sudah terlalu sering kita saksikan.
Artikel Terkait
Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Terkendala, 6-7 Orang Masih Terjebak
Tabrakan Kereta Jarak Jauh dan KRL di Bekasi Timur, 5 Tewas dan Puluhan Luka
Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Tewaskan 7 Orang, 81 Luka-luka
Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: 7 Tewas, 81 Luka, Evakuasi Berlangsung 8 Jam