Suasana malam di Pelabuhan Umum Melonguane, Talaud, mendadak berubah ricuh Kamis malam lalu. Lima anggota TNI AL kini mendekam di tahanan. Mereka diduga mengeroyok seorang guru SMK yang sedang asyik memancing, bahkan melemparkannya ke laut.
Menurut sejumlah saksi, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 11.30 malam. Korban, seorang guru di SMKN Talaud berinisial BS, sedang memancing bersama teman-temannya. Keributan dimulai ketika sekelompok oknum yang diduga dalam keadaan mabuk mulai berteriak dan memaki, mengganggu ketenangan.
Godfried Timpua, seorang tokoh adat setempat, menceritakan kronologinya. "Korban sedang memancing di pelabuhan bersama teman-teman dan merasa terganggu oleh anggota Lanal yang mabuk, mereka berteriak-teriak memaki," tuturnya.
Karena merasa terusik, BS pun menegur mereka. Tapi teguran itu malah jadi bumerang.
"Tak terima ditegur, anggota TNI AL bersama teman-temannya langsung mengeroyok korban sampai babak belur," ucap Godfried.
Lebih parah lagi, korban yang sudah babak belur itu kemudian dilemparkan ke laut. Padahal, BS tidak bisa berenang. "Syukur warga segera menyelamatkan," tambahnya, menggambarkan situasi yang nyaris berakhir tragis.
Artikel Terkait
Pemerintah Kaji Opsi Penghematan BBM Antisipasi Dampak Geopolitik
KPK Beberkan Dugaan Fee ke Yaqut dari Alih Alokasi Kuota Haji Tambahan
Kapolri Ajak Mahasiswa Bersatu Dukung Langkah Pemerintah Hadapi Tantangan Global
Timnas Indonesia Luncurkan Jersey Baru, Kandang Bergaya Vintage dan Tandang Berinspirasi Batik Modern