Guru SMK Dikeroyok dan Dilempar ke Laut, Lima Anggota TNI AL Ditahan

- Senin, 26 Januari 2026 | 10:00 WIB
Guru SMK Dikeroyok dan Dilempar ke Laut, Lima Anggota TNI AL Ditahan

Suasana malam di Pelabuhan Umum Melonguane, Talaud, mendadak berubah ricuh Kamis malam lalu. Lima anggota TNI AL kini mendekam di tahanan. Mereka diduga mengeroyok seorang guru SMK yang sedang asyik memancing, bahkan melemparkannya ke laut.

Menurut sejumlah saksi, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 11.30 malam. Korban, seorang guru di SMKN Talaud berinisial BS, sedang memancing bersama teman-temannya. Keributan dimulai ketika sekelompok oknum yang diduga dalam keadaan mabuk mulai berteriak dan memaki, mengganggu ketenangan.

Godfried Timpua, seorang tokoh adat setempat, menceritakan kronologinya. "Korban sedang memancing di pelabuhan bersama teman-teman dan merasa terganggu oleh anggota Lanal yang mabuk, mereka berteriak-teriak memaki," tuturnya.

Karena merasa terusik, BS pun menegur mereka. Tapi teguran itu malah jadi bumerang.

"Tak terima ditegur, anggota TNI AL bersama teman-temannya langsung mengeroyok korban sampai babak belur," ucap Godfried.

Lebih parah lagi, korban yang sudah babak belur itu kemudian dilemparkan ke laut. Padahal, BS tidak bisa berenang. "Syukur warga segera menyelamatkan," tambahnya, menggambarkan situasi yang nyaris berakhir tragis.

Kabar pengeroyokan ini cepat menyebar dan memicu amarah warga. Esok harinya, Jumat, massa yang digerakkan aliansi masyarakat adat bergerak menuju Markas Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Mako Lanal) Melonguane. Aksi mereka spontan, tapi berujung ricuh.

"Saya juga kaget karena tiba-tiba sudah ada gelombang massa. Di sana kami ingin meminta keadilan," sebut Godfried.

Massa berusaha memaksa masuk. Mereka saling dorong dengan prajurit yang berjaga. Akibatnya, sejumlah fasilitas seperti pagar dan kanopi kantor mengalami kerusakan. "Itu kegiatan spontan warga sampai ricuh," paparnya.

Di sisi lain, pihak TNI AL telah mengambil langkah tegas. Dankodaeral VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, mengakui insiden itu. Ia menyebut pengeroyokan dipicu kesalahpahaman yang berakibat luka-luka pada korban.

"Benar telah terjadi kesalahpahaman yang melibatkan lima oknum anggota TNI AL dari Lanal Melonguane dengan salah satu warga setempat," ucap Dery dalam keterangan resminya.

Kelima oknum tersebut kini telah ditahan, menunggu proses hukum lebih lanjut. Insiden ini menyisakan ketegangan sekaligus harapan agar keadilan benar-benar ditegakkan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar