Angin malam yang menggila di Nuuk ternyata membawa konsekuensi serius. Ibu kota Greenland itu terjerembab dalam kegelapan total Sabtu malam lalu, tepatnya sekitar pukul setengah sebelas. Penyebabnya? Kegagalan transmisi listrik yang dipicu cuaca buruk. Sekitar 20.000 penduduk kota merasakan langsung dampak blackout besar-besaran ini.
Memang, sebagian besar pasokan listrik di sana berasal dari tenaga air. Tapi tampaknya itu tak cukup menghadapi amukan angin. Untungnya, situasi tak berlangsung lama. Kini, setelah semalam bergulat dengan gelap, warga Nuuk sudah bisa bernapas lega. Listrik, air mengalir, dan yang paling penting di iklim Arktik, pemanas ruangan telah berfungsi kembali.
Perusahaan utilitas negara, Nukissiorfiit, mengonfirmasi kabar baik itu melalui unggahan di Facebook.
"Seluruh kota sekarang memiliki listrik, air, dan pemanas lagi,"
Begitu bunyi pernyataan mereka, melegakan tentunya.
Namun begitu, efek domino dari pemadaman itu ternyata lebih luas. Bukan cuma lampu yang padam. Konektivitas internet juga ikut anjlok. Menurut laporan dari monitor internet NetBlocks, terjadi penurunan signifikan konektivitas di Greenland. Dampaknya paling terasa tentu di ibu kota, Nuuk. Bayangkan, kota itu tak hanya gelap, tapi juga terisolasi secara digital untuk beberapa saat.
Yang menarik, insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah pemerintah setempat membagikan brosur berisi saran kesiapan menghadapi krisis. Seolah dapat peringatan dini, tapi tetap saja kejadiannya mengejutkan.
Di sisi lain, isu tentang Greenland belakangan memang hangat diperbincangkan, bukan cuma soal cuaca. Presiden AS kala itu, Donald Trump, sempat berulang kali menyebut keinginannya bahkan dengan ancaman paksa untuk merebut wilayah otonom di bawah Denmark tersebut. Niat itu rupanya mengendur setelah pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, pada Rabu lalu. Mereka dikabarkan telah menyepakati sebuah "kerangka kerja" terkait pulau Arktik itu. Entah apa isinya, yang jelas krisis listrik di Nuuk mengingatkan semua pihak betapa rapuhnya infrastruktur di daerah terpencil, sekaligus betapa berharganya energi yang sering kita anggap remeh.
Artikel Terkait
Carrick Puji Performa Casemiro yang Justru Moncer di Musim Terakhirnya Bersama Manchester United
Kemendikdasmen Ubah Sistem Pencairan Tunjangan Profesi Guru dari Triwulanan Menjadi Bulanan
Pertemuan Purnawirawan TNI Dinilai Jadi Kanal Informal Jaga Stabilitas Politik, Absennya SBY dan Luhut Tuai Sorotan
Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan Komandan Hamas dan Bocah 9 Tahun