Sebuah proyek tebing pelindung sungai di Desa Lebaksari, Bojonegoru, ambruk. Padahal, pekerjaan perbaikan baru saja rampung akhir tahun lalu. Kerusakan yang membentang sekitar 40 meter ini terjadi di aliran Bengawan Solo dan menelan anggaran APBD kabupaten yang tak sedikit: Rp 40 miliar.
Menurut pantauan di lokasi, kerusakannya terbilang parah. Tanah di bawah struktur itu amblas, membuat sejumlah tiang pancang terlihat tertancap di tengah puing. Balok-balok beton pengaitnya pun putus, sementara kawat bronjong melorot tak beraturan sepanjang hampir 30 meter.
Kepala Dinas PU SDA Pemkab Bojonegoro, Helmi Elisabeth, membenarkan kejadian ini. Namun begitu, dia menjelaskan bahwa kerusakan terjadi di titik yang berbeda dari area yang sebelumnya diperbaiki.
"Menjelang akhir masa pemeliharaan tanggal 17 Desember 2025 terjadi sliding di luar lokasi yang diperbaiki,"
Ucap Helmi saat dikonfirmasi.
Kini, dinas terkait sudah berkoordinasi dengan kontraktor rekanan. Tujuannya satu: segera menangani lokasi yang baru ambruk itu. Proyek yang seharusnya melindungi warga dari erosi ini justru memunculkan tanda tanya baru.
Artikel Terkait
Badan Geologi Catat Dominasi Gempa Vulkanik Dangkal dan Tektonik Jauh di Gunung Lokon
PSI Segera Sematkan Jaket Partai ke Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina
Luis Figo Hadir di Jakarta untuk Perkuat Hubungan Taktik Sepak Bola dengan Olahraga Berpikir
20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama BTN Jakarta International Marathon 2026