Di tengah hiruk-pikuk isu akuisisi Greenland yang digaungkan Presiden AS Donald Trump, pemerintah Indonesia akhirnya angkat bicara. Menteri Luar Negeri Sugiono dengan tegas menyatakan sikap netral negaranya. Menurutnya, Indonesia tidak akan memihak dalam ketegangan transatlantik yang memanas ini.
"Intinya kita adalah, kita ada dalam posisi non-align," ujar Sugiono.
Pernyataan itu disampaikannya di Bad Ragas, Swiss, Sabtu lalu, seperti terekam dalam kanal YouTube Setpres RI.
Sugiono melihat situasi seputar Greenland masih terus berubah dan tak bisa ditebak. Karena itulah, dalam dinamika yang serba tak pasti ini, menjaga kepentingan nasional adalah hal utama yang tak boleh dilupakan. Segala langkah dan pandangan harus berakar dari sana.
"Kita sadar bahwa dunia sekarang sangat dinamis situasinya," katanya. "Namun kita juga harus ingat bahwa ada kepentingan nasional yang harus kita jaga. Oleh karena itu kita selalu berpandangan bahwa apa pun yang kita lakukan kita harus berpijak pada kepentingan nasional kita."
Di sisi lain, Sugiono juga menggarisbawahi pesan penting dari Presiden Prabowo Subianto. Pesan tentang perdamaian sebagai fondasi kemakmuran global.
"Kita mengharapkan perdamaian, kita mengharapkan stabilitas seperti yang disampaikan juga kemarin oleh Bapak Presiden bahwa tanpa stabilitas tanpa perdamaian tidak mungkin mencapai suatu keadaan yang di mana dunia ini makmur."
"Jadi saya kira itu yang menjadi posisi kita," pungkasnya menutup pernyataan.
Artikel Terkait
Optimisme Meningkat: Pengamat Nilai Target Piala Dunia 2030 Realistis di Bawah Asuhan John Herdman
PDIP: Jokowi Dipecat, Bukan Sekadar Tinggalkan Partai
Kejagung Bongkar Markup Harga Motor Listrik Rp1,1 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis
Musik Marawis Kobarkan Semangat Pelari di BTN Jakarta International Marathon 2026