Tim DVI akhirnya berhasil mengidentifikasi korban ketiga dari kecelakaan pesawat ATR di Gunung Bulusaraung, Pangkep. Korban tersebut adalah pramugari Esther Aprilita S. Kabar ini disampaikan langsung oleh Kabiddokkes Polda Sulsel, Kombes Muhammad Haris, dalam sebuah konferensi pers di Makassar, Jumat lalu.
"Cocok dengan nomor antemortem 002, sebagai nama Esther Aprilita," ujar Haris.
Proses identifikasi jenazah Esther rampung pada Kamis malam, tepatnya pukul 23.42 Wita. Tim gabungan menggunakan beberapa metode untuk memastikan identitasnya. Mereka tak hanya mengandalkan sidik jari dan gigi, tapi juga properti yang ditemukan serta ciri-ciri medis tertentu.
Haris menjelaskan lebih detail, "Kantong jenazah dengan nomor PM 62B.04 teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis."
Artikel Terkait
Jalan Seribu Lubang di Halaban Akhirnya Diperbaiki, Anggaran APBN Tembus Rp75 Miliar
Operasi SAR Tutup, Seluruh Korban Kecelakaan ATR di Bulusaraung Berhasil Ditemukan
Praja IPDN Bantu Bersihkan 19 Gedung Pemerintah di Aceh Tamiang Pascabencana
Manajer Sawit di Pandeglang Diduga Kunci Korban di Ruangan untuk Pelecehan