Namun begitu, tantangan keamanan sekarang makin kompleks. Hengki secara khusus menyoroti bahaya yang mengintai anak-anak. Peredaran narkoba seperti Tramadol dan Hexymer, plus maraknya penyalahgunaan vape di kalangan remaja, jadi perhatian serius.
Ia mengimbau orang tua untuk lebih waspada. "Periksa rutin ponsel anak-anak," sarannya. Tujuannya jelas: mencegah keterlibatan mereka dalam judi online, prostitusi daring, atau bahkan tawuran. Pengawasan dari keluarga dinilai sebagai benteng pertama.
Di sisi lain, Kombes Yudha menyatakan kesiapan jajarannya mendukung penuh arahan Kapolda. Komitmennya adalah menjaga keamanan dengan pendekatan yang humanis dan kolaboratif.
"Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap kehadiran Polri semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan mampu menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga kamtibmas," kata Yudha.
Kunjungan Jumat itu mungkin singkat. Tapi pesannya ingin mengakar: keamanan adalah urusan bersama, dan polisi siap mendengar laporan warga kapan saja.
Artikel Terkait
Banjir Keempat di Pamarayan, Rakit Darurat Jadi Penyelamat Warga
Banjir Serang Rendam Lima Kampung, Sekolah Terpaksa Libur
Krista Interfood 2026 Tetap Digelar, Meski Kemitraan Lama Diusut ke Polisi
Menteri Tito Tinjau Desa yang Luluh Lantak: Tak Ada Satu Rumah pun yang Utuh