Spanyol Tolak Undangan Trump untuk Bergabung dengan Dewan Perdamaian Baru

- Jumat, 23 Januari 2026 | 16:20 WIB
Spanyol Tolak Undangan Trump untuk Bergabung dengan Dewan Perdamaian Baru

Spanyol memutuskan untuk tidak ikut serta dalam Dewan Perdamaian yang baru saja diluncurkan Donald Trump. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Pedro Sanchez, Jumat lalu. Alasan Madrid cukup jelas: mereka tetap berpegang teguh pada sistem multilateral PBB yang sudah ada.

“Kami mengapresiasi undangan tersebut, tetapi kami menolak,” ujar Sanchez kepada para wartawan.

Pernyataan itu ia sampaikan usai menghadiri KTT Uni Eropa di Brussels, Belgia, pada Kamis malam. Menurutnya, keputusan ini konsisten dengan prinsip yang dianut Spanyol selama ini.

Di sisi lain, pemerintah Spanyol juga menyoroti satu hal yang mengganjal: tidak hadirnya Otoritas Palestina dalam dewan yang digagas Trump itu. Padahal, dewan ini disebut-sebut bertujuan menangani berbagai konflik global. Bagi Madrid, absennya satu pihak penting seperti itu patut dipertanyakan.

Peluncuran dewan ini sendiri berlangsung di Davos, Swiss, di sela-sela Forum Ekonomi Dunia. Acaranya diwarnai penandatanganan piagam oleh negara-negara yang memilih bergabung. Namun, suasana mungkin tak semeriah yang diharapkan Washington.

Faktanya, banyak sekutu tradisional AS yang justru absen. Kanada dan Inggris tidak hadir. Begitu pula dengan seluruh anggota Uni Eropa kecuali Hungaria dan Bulgaria. Mereka semua memilih untuk tidak datang ke seremoni tersebut.

Lalu, apa sebenarnya misi Dewan Perdamaian ini? Menurut Washington, dewan ini nantinya akan membantu menengahi konflik, memantau gencatan senjata, hingga mengkoordinasi pembangunan kembali di daerah pasca-perang. Konsepnya sendiri diambil dari rencana perdamaian Gaza yang pernah digagas Trump sebelumnya.

Namun begitu, dengan penolakan dari sekutu-sekutu seperti Spanyol, jalan dewan ini ke depan tampaknya tidak akan mudah. Apalagi, dukungan yang didapat sejauh ini terlihat sangat terbatas.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar