"Sebagai Presiden, saya mengakhiri 8 perang itu dalam 9 bulan. Termasuk Kambodia dan Thailand," klaimnya.
Setelah pidato selesai, tibalah sesi penandatanganan piagam. Para pemimpin dipanggil maju. Prabowo kemudian mengambil posisi di sisi kiri Trump, lalu menekan tanda tangannya pada dokumen bersejarah itu.
Lantas, apa arti keikutsertaan Indonesia dalam forum ini? Intinya jelas: memastikan proses transisi di Gaza mengarah pada solusi dua negara. Bukan malah jadi pengaturan permanen yang mengabaikan hak-hak rakyat Palestina.
Dengan kata lain, partisipasi ini akan jadi saluran bagi Indonesia untuk terus mendesak dihentikannya kekerasan. Juga untuk memperjuangkan perlindungan warga sipil, akses bantuan kemanusiaan, dan yang tak kalah penting, pemulihan tata kelola sipil di Palestina. Itu komitmen yang coba diwujudkan lewat langkah simbolis namun strategis di Davos.
Artikel Terkait
Gubernur Banten Serukan Gerakan Menanam di Tengah Lonjakan Harga Cabai
Kapolri Ajak Buruh Bersatu Hadapi Dampak Tantangan Global
Dua Anggota DPR Bernostalgia Ulang Debat Ada vs Nggak Ada dengan Canda
Gaspoll Sahur Kupas Adab dan Tata Cara Berdoa agar Dikabulkan