Menurutnya, proposal semacam ini bukan hal sederhana. Butuh pertimbangan matang sebelum Vatikan mengambil sikap.
Gagasan soal Dewan Perdamaian ini sebenarnya bukan barang baru. Trump pertama kali melontarkannya September lalu, sebagai bagian dari rencana mengakhiri perang di Gaza. Tapi kemudian, skemanya berkembang. Ambisinya makin besar: dewan itu nantinya tak cuma fokus pada Gaza, tapi diperlebar untuk menangani berbagai konflik global lainnya.
Dan satu hal yang sudah pasti: Trump sendiri yang akan memimpin dewan tersebut sebagai ketua pertamanya.
Nah, sekarang bola ada di pihak Vatikan. Apakah Paus akan menerima tawaran untuk duduk di meja yang digagas mantan presiden AS itu? Semua masih menunggu. Jawabannya masih digodok di dalam tembok-tembok Vatikan yang sunyi.
Artikel Terkait
Trotoar Jadi Jalur Darurat, Warga Bantu Pengendara Motor Hindari Banjir Daan Mogot
Korlantas dan Jasa Marga Tinjau Kesiapan Tol Solo-Yogya untuk Arus Mudik Lebaran
Air Bersih Bukan Sekadar Sumber Daya, Ini Soal Martabat Manusia
Lahat Gaungkan Perang Lawan Narkoba hingga ke Dusun-dusun